Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2023

FIKIRAN POSITIF SEBAGAI KUNCI KESEHATAN

Gambar
"Kehidupan itu adalah pengulangan" Begitulah kata-kata yang aku baca dari sebuah blog sahabat literasiku. Kadang-kadang kita sedih kadang-kadang bahagia. Kadang-kadang kita tenang kadang-kadang gelisah. Seperti pergantian siang malam. Hujan setelah panas.  Kemampuan kita dalam memandang sesuatu sangatlah penting dalam kehidupan. Memaknai ulang kondisi yang ada akan membantu kita untuk lebih siap menghadapi tantangan kehidupan. Dalam hal ini fikiran adalah kunci utamanya.  Tidakkah kita sadar? Apa yang kita baca, apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar akan mempengaruhi fikiran kita. Oleh karena itu tidaklah salah jika agama kita menyuruh agar menjaga pandangan, pendengaran bahkan hati kita.  Salah satu cara paling efektif adalah dengan mengulangi kata-kata positif setiap hari. Ucapkan kepada diri kita. Karena kata-kata kita akan mempengaruhi fikiran kita.  Sebagai contoh jika kita sebagai seorang karyawan dalam sebuah kantor. Ucapkanlah s...

Jadikan Sabar, Ikhlas dan Syukur sebagai Obat

Gambar
"Belumlah namanya sabar jika masih terbatas. Belumlah ikhlas kalau kita masih merasa sakit". Tariklah nafas panjangmu. Lepaskan berlahan-lahan sembari melepaskan semua beban. Biarkan Allah yang memberikan keputusan setiap usaha yang telah dilakukan. Jalani kehidupan ini sesuai dengan skenarionya. Toh kita hidup di dunia ini hanya menjalani skenario yang sudah ditetapkan bukan?  Kita sering terhentak saat takdir tidak sesuai dengan harapan. Padahal cobalah melihat kebelakang. Ada momen bahagia yang sudah kita lewati. Banyak prestasi yang sudah kita raih. Banyak aktifitas yang dengan lancar mampu kita jalani. Bahkan banyak nikmat-nikmat yang sebenarnya tak sadar kita sepelekan bahkan kita ingkari.  Mari bangkit. Tingkatkan kompetensi diri. Bangun diri untuk lebih bermanfaat. Bukankan sebaik-baik manusia itu adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain? Lakukan hal-hal baik untuk mendapatkan yang terbaik. Bahkan gampang saja bagi Allah untuk...

Bagaimana Menyikapi Perjuangan Saudara Kita di Palestina?

Gambar
Dalam berbagai data dijelaskan bahwa daerah atau suku Palestina sudah ada jauh sebelumnya. Daerah ini melekat pada suku Kan'an keturunan Ham keturunan Nabi Nuh AS. Tempat-tempat yang sudah diabadikan ini dinamakan Gaza. Sementara pada saat ini belum ada tercatat daerah yang namanya Israel atau yahudi.  Bahkan dalam sejarah tercatat bahwa daerah pertama yang disinggahi Nabi Ibrahim saat terusir dan hijrah adalah daerah Palestina. Ini terjadi pada tahun 1921 SM. Dalam kondisi sudah menemukan Allah dan menerima perintah shalat sebagai bentuk kebertuhanan manusia kepada Allah (QS.Thaha :14)  Ketika ka'bah di landa banjir sehingga hanya tinggal pondasi maka kiblat dipindahkan ke masjidil Aqsha di Palestina.  Jadi ini menjadi kiblat yang kedua setelah ka'bah al Musharrafah. Alquran menyebutkan bahwa Palestina, Al Aqsha adalah daerah yang disucikan dan diberkahi. Hal ini jelas dalam Alquran surat Al Isra' ayat 1. Bahkan uniknya ini ditulis juga oleh orang yang non-muslim, yait...

Telah Tiba Saat Waktu Ayahanda Tinggalkan Kami

Gambar
Firasatkah namanya atau Getaran hati? Tak ada petunjuk yang Allah berikan sebagai tanda-tanda Ayah akan segera pergi.  Ayah yang menyeru agar kami pulang, tak jua kami indahkan. Masih saja mengundur-ngundur waktu. Akhirnya ayah dan amak jua yang menghampiri kami ke rantau orang.  Selera makan ayah yang mulai tak bersahabat. Kamipun hanya menganggap itu hanya patah selera biasa dan nantinya akan pulih kembali. Badanmu yang mulai lemah karena kurang makan masih saja kami berpikir Ayah malas berjalan. Sayangnya kami masih saja memaksamu untuk jalan keluar sekedar menggerak-gerakkan badan agar darahmu tetap mengalir normal Kue-kue kesukaan ayah yang kami belikan dan kami siapkan dekat ayah biasa tidur. Sayang nantinya pulang sekolah masih rapi seperti itu juga. Sayangnya lagi kami hanya menganggap ayah begitu karna merajuk ingin pulang kampung lantaran tertunda karena Amak demam.  Travel yang akan membawa ayah dan am...