Jadikan Sabar, Ikhlas dan Syukur sebagai Obat

"Belumlah namanya sabar jika masih terbatas. Belumlah ikhlas kalau kita masih merasa sakit". Tariklah nafas panjangmu. Lepaskan berlahan-lahan sembari melepaskan semua beban. Biarkan Allah yang memberikan keputusan setiap usaha yang telah dilakukan. Jalani kehidupan ini sesuai dengan skenarionya. Toh kita hidup di dunia ini hanya menjalani skenario yang sudah ditetapkan bukan? 

Kita sering terhentak saat takdir tidak sesuai dengan harapan. Padahal cobalah melihat kebelakang. Ada momen bahagia yang sudah kita lewati. Banyak prestasi yang sudah kita raih. Banyak aktifitas yang dengan lancar mampu kita jalani. Bahkan banyak nikmat-nikmat yang sebenarnya tak sadar kita sepelekan bahkan kita ingkari. 

Mari bangkit. Tingkatkan kompetensi diri. Bangun diri untuk lebih bermanfaat. Bukankan sebaik-baik manusia itu adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain? Lakukan hal-hal baik untuk mendapatkan yang terbaik. Bahkan gampang saja bagi Allah untuk menjadikanmu yang terbaik. 

Mungkin selama ini kita mengukur nikmat hanya sebatas materi. Padahal lebih dari itu. 
Coba lihat diri kita 1 bulan atau 1 tahun ini. Sudah berapa banyak hal yang kamu lewati. Sudah berapa banyak momen yang dilalui. Bersyukur dan berterima kasihlah kepada dirimu sendiri. Karena sudah mampu berjuang sejauh ini. Bahkan sesuatu mampu ia capai diluar target-targetmu. 

Sepele seperti nya. Mata kita yang mampu menjaga pandangannya dari hal-hal yang dimurkai Allah itu adalah nikmat. Kaki yang selalu melangkah menuju tempat-tempat ibadah. Lisan yang mampu menjaga gerakannya dari hal-hal yang tidak baik, ghibah atau melukai hati orang lain. Semua ini adalah nikmat. 

Lantas. Tidakkah kita menanyakan pada diri kita sendiri, Fabiayyiala irabbikuma tukadzdziban?? 

Kita diberikan anak-anak yang shaleh itu adalah nikmat. Banyak orang yang dikaruniai anak tapi anaknya susah diatur bahkan malahan durhaka. Dan tidak sedit pula yang masih tengah menengadahkan tangan memohon dikaruniai anak. 

Diri dan keluarga kita diberikan kesehatan. Karena masih banyak yang Allah uji dengan sakit. Bahkan kita lihat saudara kita di Palestina saat ini menanggung kelaparan. Bahkan untuk hidup dan ketenangan saja tak mereka dapatkan. 

Kita mau mengeluhkan apa lagi? 
Mari kita berdoa. Semoga kita selalu diberikan rahmat sabar, ikhlas dan syukur dalam setiap perjalanan hidup kita. 


Komentar

  1. Masyaallah tabarakallahu. Semoga bisa menjadi pengingat diri 😍🙏

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSPIRATIF TEACHER, Menjadi guru bahagia sepanjang masa

Kurikulum Merdeka Memaksaku Untuk Belajar dan Berbagi

Alam Takambang Jadi Guru