Hidayah yang tak di undang kenapa tidak ditularkan?
Seorang Bapak yang sering datang kesekolah untuk keperluan anaknya. Alhamdulillah saya sebagai wali kelas ananda sangat bersyukur. Namun ya itulah saya. Sempat berpikiran negatif tentang sang Bapak. Setiap saya bertemu saya sapa dan kasih senyum terikhlas tapi balasannya pontong saja. Hanya sekedar ya. Termasuk dalam acara pembagian rapor. Sang Bapak pasti cuma nanya. Gimana Ani zah? Ada bagus nilainya? Sembari memperlihatkan rapornya saya mulai menjelaskan. Belum selesai juga, sang Bapak langsung bilang. "Alhamdulillah lai rancak yo zah". Kemudian langsung bilang Terima kasih dan pamit pulang. Beberapa pertemuan berikutnya saya juga sering bilang dihati, Astaghfirullah. "Bapak ini gayanya agak sombong". Seperti saya ngak saja. Sang Bapak ketika bertemu memang hanya akan menunduk dan to the point. Sayapun biasanya hanya jawab point point saja. Heee Tapi kali ini pertemuan saya dengan sang Bapak memberikan hasil yang luar biasa. Sang Bapak tidak sempat datang pas ha...