INSPIRATIF TEACHER, Menjadi guru bahagia sepanjang masa
Kali kedua belajar dari beliau. Dr. Nafik Palil,M.Pd. Selalu ada inspirasi baru ketika menyimak susuanan kata yang keluar dari mulut motivator ini. Pertama beliau membahas tentang Rahasia Sukses dalam ilmu parentingnya. Kali ini beliau membahas tentang Guru Inspiratif.
Selama ini saya berfikir kalau keterampilan abad 21 itu adalah untuk murid. Dimana kita mengenal adanya keterampilan 4 C. Nah pada kurikulum sekarang ini kita sudah mengenal 5C dan ternyata dia tidak hanya disiapkan untuk murid tetapi harus dimulai dari guru bahkan manajemen sekolah sendiri. Keterampilan 5C yang dimaksud adalah

1. Communication
2. Collaboration
3. Critical thinking
4. Creativity
5. Continuity, ini nih yang baru (bagi saya aja kali ya) ๐๐
Menjalin komunikasi yang baik adalah kunci dari keberhasilan suatu manajemen.
Dengan kolaborasi akan membuat tujuan lebih mudah dan cepat tercapai. Kemampuan ketua kelompok dalam menggerakkan anggotanya sangat dibutuhkan. Sikap saling terbuka dan mau belajar adalah kunci keberhasilan. Membuang rasa merasa paling keren, paling pinter dan menganggap remeh orang lain harus dibuang oleh semua anggota.
Kemampuan berfikir kritis sangat dibutuhkan bagi seorang guru. Bagaimana guru bisa merancang dan mendesain lingkungan kelas atau pembelajarannya sehingga menghasilkan kreativitas. Karena kreativitas akan muncul jika seseorang mampu berpikir secara kritis.
Tidak semua siswa hadir dengan perasaan bahagia dari rumahnya. Mereka datang dengan berbagai kejadian sebelumnya dari rumah. Ada yang masih sedih dengan problem orang tua, ada yang masih sesak nafas karena tadi berlari kencang hingga tersenga-senga karena takut terlambat datang ke sekolah. Kita sebagai guru wajib memberikan kesadaran kepada murid bahwa posisinya sekarang adalah di kelas yang akan menerima dan menggali ilmu. Dalam kurikulum deep learning dikenal dengan mindfullness. Bagaimana kita bisa membuat murid dapat menikmati proses pembelajaran dengan senang, dikenal dengan joyfull. Sehinga berefek kepada murid itu dapat memaknai pembelajarannya secara utuh sehingga mampu mereka terapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari, dikenal dengan meaningfull.
Berbagai ice breaking atau game bisa kita terapkan untuk menghadirkan joyfull dalam kelas. Mengajak murid mengucapkan kata-kata positif kepada dirinya sendiri atau teman disampingnya sangat efektif memastikan hadirnya mindfull pada diri mereka.
Sebagai contoh melalui ice breaking tepuk tangan, membentuk kelompok dengan anggota sebanyak angka yang disebutkan, bersalaman dan saling memuji kemudian menyampaikan kata-kata positif yang menyenangkan kepada temannya. Cara-cara ini diyakini dapat menghadirkan fikiran murid secara penuh terhadap aktivitas pembelajaran.
Ice breaking membentuk kelompok dengan anggota sebanyak anhka yang disebutkan lalu dikombinasi dengan presentasi di dlama kelompoknya masing-masing juga sangat efektif. Karena terkesan sportif dan sebagai awal presentasi yang dapat meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri anak.
Untuk mengaplikasikan 5C yang ke 5, yaitu condisional kita bisa terapkan melalui tahapan Paksa, Bisa, Terbiasa dan Membudaya. Paksalah anakk melakukan sesuatu dengan seni, jangan memaksa mereka dengan perintah. Apalagi jika yang memerintah sendiri tidak melakukan, mustahil itu akan menjadi budaya bagi anak. Sebagai contoh ketika kita menginginkan anak melaksanakan shalat mustahil anak akan menjadikan shalat sebagai budaya jika orang tua dan gurunya tidak melakukan. Seperti yang disampaikan kihajar Dewantara Ing ngarso sung tulada, Guru harus menjadi panutan dan memberi contoh yang baik bagi anaknya.
Kita bisa memaksa anak untuk melakukan sesuatu melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, dan labelisasi. Identifikasilah hal-hal yang harus anak lakukan, kemudian klasifikasikan sesuai jenisnya, lalu berikan label dengan desain yang menarik. Sebagai contoh, kita bisa mendesain kelas/rumah dengan mengidentifikasi adab-adab di rmh, seperti adab masuk rumah, adab makan, adab tidur, lalu masing-masing kita labeli dengan desain yang menarik. Pada tingkat sekolah yang lebih tinggi bisa juga dalam bentuk pembuatan kesepakatan kelas melalui tahapan identifikasi, klasifikasi dan labelisasi.
Ketika anak melakukan sesuatu dengan perasaan senang mereka akan bisa melakukannya. Dengan konsisten dan disiplin yang kita terapkan maka itu akan menjadi kebiasaan. Dan jika kebiasaan itu sudah mendarah daging bagi warga maka mereka akan melakukannya dengan penuh kesadaran tanpa merasa itu adalah perintah atau aturan. Inilah yang dinamakan membudaya.
Beberapa hal yang harus kita hindari dalam menciptakan Condisional ini adalah guru atau orang tua harus mengurangi memerinta, mendikte, bahkan memarahi. Tapi ciptakanlah semuanya dalam suasana yang menyenangkan meskipun sebenarnya kita sedang memaksa mereka.
Hal yang seharusnya kita lakukan adalan memberikan reword kepada mereka yang mampu melakukan kebaikan. Lalu memberikan punesmand kepada mereka yang belum bisa melakukannya. Ingat, berikanlah punesmand yang mendatangkan pahala bagi anak. Misalnya dengan meminta mereka beristighfar 100 kali ketika mereka datang terlambat datang ke sekolah, membaca Alquran ketika tidak membuat PR.
Demikianlah beberapa tahapan yang harus kita budayakan bagi seorang guru inspiratif. Semoga kita selalu bisa menjadi pribadi yang menjadi inspirasi bagi orang lain ๐ฅฐ๐ฅฐ๐คฒ
Masyaallah tabarakallahu... keren zah wel. Mau dong dikasih lgs cara memaksa yg positif buat anak๐
BalasHapusBarakallah bundo, semoga ada manfaat.
BalasHapusTapi klo bundo rasanya udah makanan sehari2 ya ๐
Keren....๐๐
BalasHapus