Bagaimana Menyikapi Perjuangan Saudara Kita di Palestina?


Dalam berbagai data dijelaskan bahwa daerah atau suku Palestina sudah ada jauh sebelumnya. Daerah ini melekat pada suku Kan'an keturunan Ham keturunan Nabi Nuh AS. Tempat-tempat yang sudah diabadikan ini dinamakan Gaza. Sementara pada saat ini belum ada tercatat daerah yang namanya Israel atau yahudi. 

Bahkan dalam sejarah tercatat bahwa daerah pertama yang disinggahi Nabi Ibrahim saat terusir dan hijrah adalah daerah Palestina. Ini terjadi pada tahun 1921 SM. Dalam kondisi sudah menemukan Allah dan menerima perintah shalat sebagai bentuk kebertuhanan manusia kepada Allah (QS.Thaha :14) 

Ketika ka'bah di landa banjir sehingga hanya tinggal pondasi maka kiblat dipindahkan ke masjidil Aqsha di Palestina.  Jadi ini menjadi kiblat yang kedua setelah ka'bah al Musharrafah. Alquran menyebutkan bahwa Palestina, Al Aqsha adalah daerah yang disucikan dan diberkahi. Hal ini jelas dalam Alquran surat Al Isra' ayat 1. Bahkan uniknya ini ditulis juga oleh orang yang non-muslim, yaitu Jhon kitte. 

Jadi jangan bertanya mengapa orang Palestina harus mempertahankan Palestina sampai akhir nafasnya. Tanpa peduli harta, keluarga bahkan nyawa. Mereka korbankan dan hadiahkan kepada Allah sebagai dasar jihad fi sabilillah. 

Kita melihat bagaimana perjuangan palestina mempertahankan tanah Al aqsha.  Operasi tanpa anestesi. Karena pengepungan membuat tenaga kesehatan dan alat-alat serta obat-obatan tertahan. Sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk korban kebiadaban zionis. Logika kita pekerjaaan itu tidak mungkin dilakukan. Tapi atas keyakinan dan pertolongan Allah, Saudara- saudara kita bisa melewatinya. 

Bagaimana zionis membombardir, membantai bahkan bayi dan orang tua mereka bunuh. Kita melihat tidak ada rasa kemanusiaan lagi disana. Hati kita menangis dan menjerit melihat perjuangan saudara-saudara kita disana. 

Lalu kita bertanya mengapa zionis itu tidak Allah hancurkan saja? Bukankah mereka sudah menunjukkan kebiadaban yang luar biasa? Warga Palestina tidak mengecap kemanusiaan setetespun karnanya. Kita belajar sejarah dari Al quran. Bagaimana kaum Kan'an yang ingkar kepada Nabi Nuh AS. Allah tenggelamkan dalam banjir besar (QS. Al Ankabut : 14) 

Bagaimana Allah kaum 'Ad ingkar kepada Nabi Hud AS. Allah azab dengan angim yang dahsyaf dan bunyi gemuruh. Sehingga kaumnya musnah tertimbun pasir (QS.Alqamar : 18-19). Bagaimana kaum Nabi Luth Allah musnahkan dengan gempa bumi disertai anhin kencang dan hujan batu. (QS. Al Qamar :33-39) 

Masih banyak lagi kisah-kisah yang abadi dalam Alquran. Semuanya Allah hancurkan berkeping-keping. Bahkan tanpa jejak. 

Lalu apakah sekarang Allah tak mampu lakukan hal serupa? Kunfayakun, tak perlu menunggu 1 detikpun maka gampang bagi Allah memusnahkan mereka. Tetapi kita pahami. Jika Allah hancurkan dengan gampangnya para zionis maka dimana letak jihad kita? Dimana kita akan mengambil andil dalam perjuangan jihad saudara-saudara kita di Palestina? 

InsyaAllah saudara kita yg telah dahulu di daerah gaza berkumpul di jannahNya. Karena mereka adalah tentara Allah. Semoga yg tengah berjuang Allah beri kekuatan dan sebaik2 pertolonganNya. 

Kita berikan pertolongan terbaik kita juga utk mengambil barisan di belakang mereka.
1. Doakan untuk kemerdekaan Palestina. Doa adalah senjata orang beriman. Kekuatan dan kecepatannya melebihi alat secanggih apapun. Semoga Allah lunakkan hati para pemimpin utk mendukung kemerdekaan Palestina. 
2. Sebarkan ilmu dan informasi shahih tentang Al Aqsha yang suci. Karena masih banyak umat islam yang awam tentang keberadaan Palestina. 
3. Salurkan sebagian harta terbaik kita untuk membantu perjuangan saudara kita di Palestina. Sekecil apapun semoga kita bisa berada dibarisan jihad mereka. 
4. Jangan memperkuat musuh dengan membeli produk-produk yahudi. Karena secara langsung kita berarti telah mendukung penghancuran saudara kita sendiri. 

Disisi lain, kita kasihan sama penderitaan mereka, tapi mungkin mereka yang kasihan sama kita. Kita sudah diberikan keamanan dan kenyamanan tapi masih lalai dalam mempersiapkan diri, seolah merasa diri akan hidup selamanya. Sementara saudara kita disana rindu dan mengidam-idamkan pertemuan dengan Rabbnya.

Semoga ini menjadi bahan renungan bagi kita bersama untuk kita lebih baik lagi. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSPIRATIF TEACHER, Menjadi guru bahagia sepanjang masa

Kurikulum Merdeka Memaksaku Untuk Belajar dan Berbagi

Alam Takambang Jadi Guru