Telah Tiba Saat Waktu Ayahanda Tinggalkan Kami
Firasatkah namanya atau Getaran hati? Tak ada petunjuk yang Allah berikan sebagai tanda-tanda Ayah akan segera pergi.
Ayah yang menyeru agar kami pulang, tak jua kami indahkan. Masih saja mengundur-ngundur waktu. Akhirnya ayah dan amak jua yang menghampiri kami ke rantau orang.
Selera makan ayah yang mulai tak bersahabat. Kamipun hanya menganggap itu hanya patah selera biasa dan nantinya akan pulih kembali. Badanmu yang mulai lemah karena kurang makan masih saja kami berpikir Ayah malas berjalan. Sayangnya kami masih saja memaksamu untuk jalan keluar sekedar menggerak-gerakkan badan agar darahmu tetap mengalir normal
Kue-kue kesukaan ayah yang kami belikan dan kami siapkan dekat ayah biasa tidur. Sayang nantinya pulang sekolah masih rapi seperti itu juga. Sayangnya lagi kami hanya menganggap ayah begitu karna merajuk ingin pulang kampung lantaran tertunda karena Amak demam.
Travel yang akan membawa ayah dan amak pulang kampung datang 30menit lebih awal. Karenanya membuat ayah jadi terburu-buru. Belum lagi hujan lebat, membuat punggungmu basah meski sudah kami payungi. Syukurnya kami sempat menggantikan jaketmu dengan yang kering.
Malam itu kami menelpon memohon doa restu untuk kesuksesan ujian PPPK esok harinya. Mata kami masih melihat dirimu yang kuat ayah, masih segar. Tak ada firasat sedikitpun bahwa itu adalah percakapan terakhir kita Ayah.
Baru 2 menit sampai rumah setelah tes PPPK. Telpon dari kampung bahwa dirimu sudah sakit. Abang dan amak sudah menangis mendampingi kepergianmu. Hanya sesal saja yang ada pada diri kami Yah. Ayah pergi tanpa dampingan kami. Kami hanya bisa menyaksikan akhir perjuanganmu lewat HP.
Innalillahi Wainnailaihi raji'un... Sabtu, 25 November 2023 hembusan nafas terakhirmu. Istirahatlah Ayahanda kami. Berbahagialah disisi RabbMu. Maafkan atas kekurangan bakti kami anak-anak dan dan istri semasa hidupmu. Hanya doa yang bisa kami hadiahkan selalu untukmu.
Semoga sakit yang Ayah derita semasa hidup menjadi penghapus dosamu semasa sehat. Lidahmu telah Allah kakukan puluhan tahun sehingga tiada pernah keluh kesah yang engkau lontarkan atas sakitmu. Kakunya kaki dan tanganmu membuat gerakanmu terbatas, hingga hanya shalat saja yang bisa kamu kerjakan. Semoga husnul khatimah diakhir hayatmu ini Ayah.
Ya Allah Tuhan Maha Pengampun, ampunilah dosa Ayahanda. Lapangkan kuburnya ya Rabb, terangkan, bahagiakan dia disisiMu. Sayangilah Ayah Kami ya Allah. Tempatkan dia ditempat terbaik disisiMu.
Tiada guna penyesalan ini ya Ayah. Sungguh Ayah kini tidak membutuhkan air mata kami. Ataupun ratapan yang tiada henti. Doa anak-anak yang shaleh yang ayah harapkan selalu dan selalu dihadiahkan anak-anaknya.
"Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu "
Al-fatihah
Semoga kami anak-anakmu termasuk anak-anak yang shaleh Ayah.
Tertitip pesan untuk diri kami. Kini tinggal Ibu sendiri. Tidak akan kami sia-siakan dirimu Ibu. Semoga Allah memberikanmu keikhlasan dan kesabaran. Mengaruhi bahtera kehidupan tanpa pendamping hidup lagi. Tetap kuat ya Ibu.
Semoga kami selalu diberikan kelancaran rezki dan keistiqomahan dalam berbakti kepadamu. Semoga anak-anakmu selalu akur dan seiya sekata. Saling mengingatkan dalam kekhilafan, Saling membantu dalam kesusahan, saling memaafkan dalam kekeliruan dan kesalahan, saling menasehati dalam cinta dan kasih sayang.
Marilah kita berjuang dalam kebaktian kepada ibu, sebelum masanya berpisah itu datang. Sebelum masa datangnya dimana hanya tinggal penyesalan yang tak dibutuhkan.
Masyaallah 😭😭😭😭
BalasHapusKerasa X wel. Aku lgs mewek juga ingat papaku😭
Semoga Ayahndan Apa kakak bahagia disisi Tuhannya kak.... Syurga tempatnya
BalasHapus