Tingkatkan kreativitas siswa melalui pembelajaran diferensiasi
Tingkatkan kreativitas siswa melalui pembelajaran berdiferensiasi
Salah satu wujud dari implementasi kurikulum merdeka adalah pembelajaran diferensiasi. Pembelajaran diferensiasi merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan murid yang beragam. Sejalan dengan pemikiran kihajar Dewantara bahwa pengajaran harus sesuai dengan kodrat dan zamannya.
Sebagai alur dari pelaksanaan pembelajaran diferensiasi guru dapat melakukan beberapa tahapan berikut. Pertama, menentukan dan membuat tujuan pembelajaran yang jelas. Dengan adanya tujuan pembelajaran yang jelas akan memudahkan guru menyusun perencanaan pembelajaran. Seperti apa materi akan disampaikan dan bagaimana rangkaian kegiatannya. Kedua, menganalisis kebutuhan belajar murid. Ini mencakup kepada kesiapan belajar murid, pengetahuan dan keterampilan prasyarat, melihat murid mana yang membutuhkan bantuan atau murid yang membutuhkan tantangan lebih.
Ketiga, memikirkan dan merancang aktivitas belajar seperti apa yang dapat dilakukan untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam hal ini guru harus cerdas memilih model, metode dan media pembelajaran yang tepat. Keempat, guru akan menentukan jenis strategi pembelajaran diferensiasinya. Apakah diferensiasi konten, proses, atau produk. Atau bisa juga dilaksanakan ketiga strategi tersebut sekaligus. Kelima, memilih strategi pengelompokan, apakah secara homogen atau heterogen. Hal ini perlu diperhatikan agar murid merasa nyaman dan terundang untuk belajar.
Sebuah pelaksanaan pembelajaran diferensiasi yang mau saya bagikan disini adalah dalam pembelajaran IPA. Rangkaian kegiatan pembelajaran saya susun melalui model pembelajaran discoveri learning yang saya rangkai melalui beberapa langkah.
Di awal, murid saya suguhkan sebuah cerita tentang suatu daerah yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Lalu mereka diberikan kesempatan untuk memikirkan solusi seandainya mereka hidup di tempat seperti itu. Langkah selanjutnya, saya menfasilitasi mereka untuk melihat vidio pembuatan alat penyaring sederhana. Selain menyampaikan materi saya juga bermaksud agar murid dengan kebutuhan audio visual bisa terpenuhi.
Selanjutnya murid difasilitasi untuk duduk berdiskusi dalam kelompoknya yang heterogen. Mereka akan menetapkan alat dan bahan yang digunakan serta langkah kerjanya sampai menghasilkan sebuah alat penyaring air. Langkah selanjutnya, murid difasilitasi belajar di luar kelas untuk praktik membuat alat penyaring air sesuai alat dan bahan yang sudah disepakati. Metode ini dipilih selain murid mendapatkan pembelajaran bermakna dan meningkatkan keterampilannya dalam bekerja juga unyuk menfasilitasi murid dengan gaya belajar kinestetik.
Hal yang menarik adalah dihasilkan alat dengan model yang berbeda, tentunya dengan tingkat kejernihan air yang juga berbeda pula. Murid menverifikasi hasil praktiknya melalui wisata kelompok untuk melihat dan membandingkan hasil filtrasi dengan kelompok lain. Guru menegaskan, dalam proses belajar tidak ada kelompok yang paling baik. Tapi yang terbaik dari proses belajar itu adalah murid saling berbagi dan memberikan masukan untuk menghasilkan alat dengan hasil terbaik. Mampu melakukan evaluasi dan refleksi sebagai bahan tindak lanjut pada kesempatan berikutnya.
Beberapa manfaat yang dirasakan dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi ini adalah meningkat keterampilan murid dalam berfikir dan berkreatifitas. Karena mereka diberikan kebebasan dalam memilih proses yang mereka lakukan dan terpenuhinya kebutuhan belajar yang mereka senangi.
Demikianlah salah satu proses pembelajaran dengan pendekatan berdiferensiasi yang sudah saya terapkan. Semoga kita selalu diberikan kesehatan, kemudahan dan keikhlasan untuk terus berinovasi dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna
Komentar
Posting Komentar