PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH

 PENERAPAN BUDAYA POSITIF SEKOLAH


A.    Kenapa harus menerapkan budaya positif?


Kihajar dewantara menjelaskan bahwa tujuan Pendidikan itu adalah menuntun segala sekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka sebagai manusia maupun anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.  Sebagai pendidik dan warga sekolah secara umumnya bertanggung jawab menyediakan lingkungan belajar yang memungkinkan setiap anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodrat masing-masing. Menciptakan suasana yang aman, nyaman dan tidak tetekan. Itulah alas an pentingnya penerapan budaya positif di sekolah.

B.     Bagaimana Strategi penerapannya?

Penerapan budaya positif harus dimulai dengan pembiasaan dari semua warga sekolah. Jika hal-hal positif itu sudah menjadi karakter yang diyakini sehingga nantinya akan menjadi budaya yang di akui di sekolah tersebut.

 Selanjutnya pelaksanaan budaya positif harus dilaksanakan berdasarkan motivasi intrinsik, melakukan hal-hal positif berdasarkan keyakinan-keyakinan yang disepakati Bersama. Tanpa mengharapkan imbalan atau menakuti hukuman. Karena jika dasarnya motifasi dalam diri makan akan terlaksana lebih nyaman dan menyenangkan.

C.     Bentuk pelaksanaan dalam kegiatan pembelajaran

Budaya positif dapat dilaksanakan melalui pembuatan keyakinan kelas Bersama seluruh warga sekolah. Yang diawali dengan penampungan keluh kesah seluruh warga kelas. Selanjutnya di himpun menjadi kata-kata positif yang disepakati Bersama.



in itu, penerapan segitiga restitusi saat murid-murid mengalami permasalahan atau pelanggaran terhadap keyakinan kelas tersebut. Dengan menerapkan segitiga restitusi murid lebih memahami permasalahannya, menyadari kesalahan serta menemukan solusi sehinggan merasakan kenyamanan.

D. Tantangan dan Solusi

Dalam mencapai suatu tujuan yang kita harapkan tentu saja kita akan mendapatkan tantangan sebagai kerikil-kerikil kecil dalam proses pencapaian tujuan. Mungkin saja ada penolakan dari beberapa siswa baik itu siswa maupun guru. Oleh karena itu perlu sikap konsistensi dan kerja sama yang baik oleh semua warga sekolah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSPIRATIF TEACHER, Menjadi guru bahagia sepanjang masa

Kurikulum Merdeka Memaksaku Untuk Belajar dan Berbagi

Alam Takambang Jadi Guru