Wisuda Tahfidz Ceremony, Mari saling Memudahkan dalam mencapai RahmatNya

Wisuda tahfidz quran dan perpisahan ke- 17 SMP Islam Al Ishlah Bukittinggi. Sabtu, 18 Mei 2024 di Aula Pustaka Bung Hatta Bukittinggi. Ada hal berbeda dalam Kegiatan yang menjadi kegiatan rutin dilaksanakan setiap tahunnya ini. Untuk pertama kalinya kegiatan dilaksanakan di gedung, demi terciptanya acara yang hikmad. 

Pada tahun ini SMP Islam Al Ishlah berhasil mewisuda anak-anaknya berjumlah 163 orang. Acara di buka dengan tari pasambahan oleh ananda kelas IX. Dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia raya yang dipimpin oleh Ustadzah Shinta sintia dewi, S. Pd. 

Dalam sambutannya, Ustadzah Busyra, S. Pd menyampaikan pada tahun ini SMP Islma Al Ishlah berhasil mewisuda anaknya dengan data 1 orang dengan banyak hapalan 7 juz, 5 orang 6 juz, 7 orang 5 juz, 18 orang 4 juz, 82 orang 3 juz, dan 50 orang 2 juz. Jadi minimal hapalan anak-anak tahun ini adalah 2 juz. 

Sebagai kepala sekolah ustadzah Busyra berpesan agar anak-anak selalu memurajaah hapalan, mengambil yang baik-baik dari apa yang didapat selama 3 tahun di sekolah. 

Ibu Zul sebagai perwakilan yayasan YPI Al Ishlah Bukittinggi menyamping bahwa prestasi yang perlu kita syukuri dengan peningkatan banyak hapalan anak-anak tahun ini. Ucapan terima kasih kepada sekolah, guru-guru yang telah membimbing anak-anak dalam menyiapkan hapalannya. Semoga terus bertambah meskipun awalnya SMP Islam Al Ishlah hanya mewisuda 16 orang siswa. Beliau menyampaikan bahwa program tahfidz ini untuk meningkatkan spiritual generasi muda, alumni Al Ishlah khususnya. 

Dalam tausiahnya bapak zulfahri mengajak kita agar kembali membudayakan ucapan Alhamdulillah, terima kasih dalam keluarga. Terlebih untuk anak kita sudah mencapai prestasi luar biasa. Menghafal Alquran juga butuh perjuangan yang luar biasa, perjuangan yang keras. Maka berikanlah apresiasi kepada anak, minimalnya ucapan terima kasih atas usahanya. 

"Allah merahmati orang-orang yang membantu anak berbakti kepada orang tuanya". 
Capailah rahmat Allah melalui 3 cara. Pertama, Nasehati anak dengan kata-kata yang santun. Kedua, Jangan memberikan beban yang tak sanggup dipikul anak. Jangan memaki anak dengan kata-kata yang tidak baik. 
Semoga kita semua bisa menjadi sahabat Quran hingga ke syurgaNya. Aamiiin... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSPIRATIF TEACHER, Menjadi guru bahagia sepanjang masa

Kurikulum Merdeka Memaksaku Untuk Belajar dan Berbagi

Alam Takambang Jadi Guru