Semalam Bersama Biografi Buya Hamka

Tergerak dari link yang dibagikan teman sejawat di sebuah group  whatsapp. Ini membuat saya menjadi penasaran tentang sosok yang dibicarakan dalam seminar antar bangsa tentang Pemikiran Buya Hamka di Alam Melayu. Sedikit alasan yang mungkin membuat saya mengagumi tokoh islam ini. Bermodalkan membaca biografinya saya bagikan sedikit alasan tersebut. Kuy kita simak ya... 

1. Hidup miskin bukanlah jaminan sengsara selamanya
Namun dari kehidupan yang keras, ia banyak mendapatkan pelajaran yang menghantarkannya kepada kesuksesan dan kebahagiaan. 
Bagaimana ia merasa bingung antara tinggal dengan ayah kandung tapi bersama ibu tiri, atau tinggal dengan Ibu kandung tapi bersama Ayah tiri. Hidup dalam tuntutan yang taknia senangi. Namun karena kemauannya yang keras dalam belajar ia mampu melewati berbagai kesulitan dan tantangan hidup yang selalu mengahantam mental dan fisiknya. 
2. Bakat adalah sumber utama dalam mencapai kesuksesan. 
Kekecewaan hamka karena pernah di tolak menjadi seorang pengajar tidaklah membuatnya layu. Justru dia terus mencari dan berusaha keras dengan mengapresiasi dirinya dengan mengembangkan bakat yang Allah titipkan. Kemampuannya dalam berpidato, menulis dan berkarya membuktikan bahwa ia memiliki pemikiran yang luar biasa. 
3.Selalu memandang positif terhadap sesuatu yang ada dihadapannya.
Kalaulah bukan karena kemampuan Hamka memandang positif terhadap segala sesuatu yang terjadi padanya. Takkan mungkin Hamka mampu menyelesaikan kitab tafsir 30 juz selama dalam penjara. 
4.Hamka adalah orang yang taat kepada aqidah tapi sangat toleran dengan sesama. 
Keputusannya mengundurkan diri sebagai ketua MUI karena diminta pemerintah untuk mencabut fatwa MUI tentang larangan umat islam ikut merayakan Natal adalah bentuk keimanan dan aqidahnya yang tidak diragukan lagi. 
Ia juga selalu memaafkan orang yang pernah bersiteru dengannya.
Sebagaimana ia pernah bermasalah dengan Muhammad Yamin sehingga ia dibenci. Namun ia tetap diminta M. Yamin ketika sakit untuk mendampinginya. Hamka yang pernah dipenjara pada pemerintahan soekarno, namun tetap diminta soekarno menjadi imam shalatnya. 
5. Menulis adalah bentuk dakwah yang paling efektif. 
Melalui tulisannya mampu membangkitkan semangat orang lain, merubah pola pikir bahkan menggerakkan hati orang-orang besar. Melalui tulisannya pemikiran, ilmu dan pandangannya tetap bisa dinikmati meski ia telah pergi. 

Kali aja teman teman tertarik untuk mengenali tokoh ini lebih dekat dan membaca tulisan2nya.

Sumber https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hamka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSPIRATIF TEACHER, Menjadi guru bahagia sepanjang masa

Kurikulum Merdeka Memaksaku Untuk Belajar dan Berbagi

Alam Takambang Jadi Guru