KAJIAN FIQIH TERKAIT RAMADHAN BERSAMA USTADZ ASYAM HAFIDZ
KAJIAN FIQIH TERKAIT RAMADHAN BERSAMA USTADZ ASYAM TAHFIDZ
A. Terkait Masalah zakat
1. Bolehkah memberi zakat kepada kakak, adik atau keluarga??
Boleh, bahkan dianjurkan. Dengan syarat makan dan kehidupannya sehari-hari bukan kita yang menanggung. Bagaimanakah jika seorang anak yang berzakat kepada orang tua? Itu adalah dosa besar? Hee ibu adalah tanggungan anak laki-laki. Maka semua kebutuhan ibu adalah kewajiban anaknya. Begitulah istri2 nabi mengajarkan kita. Setelah seorang perempuan menikah maka, itu berarti dia langsung memiliki 2 orang ibu. Artinya perlakukanlah ibu mertua seperti ibu kandungmu sendiri. Kebahagiaan ibu mertua adalah kebahagiaan suami kita. Dan alirannya kebahagiaan suami adalah kebahagiaan kita. Nah begitulah indahnya kebahagiaan dalam keluarga.
Yang membayarkan zakat fitrah yang utama adalah anak laki-laki, jika tidak ada menantu laki-laki. Syaratnya yang mampu.
2. Seorang meninggal sebelum maghrib pada ramadhan terakhir. Wajibkah keluarga membayarkan zakat fitrah?
Tidak. Karena orang tersebut belum merasakan syawal. Jika orang tersebut meninggal setelah maghribnya meski hanya setengah jam. Maka wajib dibayarkan zakat fitrahnya. Begitu juga dengan bayi yang baru lahir. Zakat fitrah wajib apabila bayi merasakan ramadhan dan syawal. Waktu yang dianjurkan adalah sejak mulai malambtakbiran sampai menjelang pelaksanaan shalat idul fitri
3. Zakat kepada orang miskin yang tidak shalat. Bagaimana?
Diantara syarat orang yang wajib menerima zakat adalah fakir dan miskin. Bukan fakir dan miskin yang shalat. Bahkan orang yang baru masuk islam belum mampu melaksanakan semua ibadah bisa menerima zakat. Mudah-mudahan setelah menerima zakat
4. Perlukah zakat menggunakan ijab kabul?
Tak wajib. Jika ada boleh. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana orang yang memberikan zakat mampu menjaga perasaan orang yang memberi zakat.
5. Apakah panitia zakat fitrah wajib menerima zakat?
Amil zakat adalah orang yang di tunjuk langsung pemerintah. Bukan pengumpul zakat di mesjid.
B. Terkait Masalah Puasa
1. Seorang ibu hamil dengan kondisi Fisik kuat terapi bayi lemah. Maka wajib membayarkan qadha dan fidhiah. Jika fisik lemah, bayi juga lemah. Maka cukup dengan qadha saja.
Bagaimana ibu menyusui sedang haid? Maka hanya qadha saja.
Bagaimana jika haid datang 5 menit sebelum berbuka? Puasa batal. Jika wanita melihat darah haid setelah maghrib namun tidak tau kapan darah keluar maka puasa sah.
Haid standarnya 7 hari, maksimalnya 15 hari. Selagi selama 15 hari itu afalah darah haid. Lewat dari 15 hari itu adalah darah istihadah/penyakit.
Suami istri bergaul malam hari. Apa yang perlu didahulukan? Makan sahur atau mandi junub? Boleh didahulukan makan sahur, mandi sebelum subuh.
Yang di larang bagi wanita haid diantaranya Memegang mushaf/lembaran-lembaran. Alquran yang ada terjemahannya sama saja dengan mushaf. Yang boleh adalah tafsir. Lebih banyak penjelasan daripada alqurannya. Jika ingin memurajaah sebagai dzikir.
2. Berapa banyak fidyah yang harus dikeluarkan?
Berikan segenggam makanan. Boleh juga berupa nasi bungkus atau berupa uang.
Barakallah... Semoga Allah selalu menunjukkan kita kepada jalan kebenaran. Dimudahkan dalam menjalankan amalan-amalan kita
Komentar
Posting Komentar