Mengapa harus bershalawat?
Dalam rangka memperingati hari besar maulid Nabi Muhammad SAW, SMP Islam Al Ishlah Bukittinggi mengangkat acara guna mengingatkan warganya agar senantiasa senang bershalawat kepada Nabi. Pada kesempatan ini Ustadz Sefriwandi, S.Pd selaku pemateri dihadapan 500 siswa dan guru di mushalla YPI Al Ishlah Bukittinggi.
Acara dimulai dengan membacakan shalawat secara bersama-sama yang di pandu oleh Ustadz Imran. Suasana dzuhur terasa tenang dan menenangkan. Lantunan shalawat bergema memenuhi ruangan mushalla siang ini.
Ustadz Wandi menyampaikan bahwa diakhirat kelak, manusia akan dikumpulkan di padang mahshar. Semuanya berkumpul tanpa ada pakaian ataupun pelindung kepala sementara matahari sangatlah dekat dengan kepala mereka. Saking panasnya, keringat mereka menenggelamkan badan mereka. Bahkan ketika mereka kehausan mereka hanya bisa meminum keringat mereka sendiri. Sehingga semakin mereka minum semakin hauslah mereka.
Pada saat itu manusia akan meminta-minta tolong. Dan salah satu penolong waktu itu adalah syafaat Rasulullah. Maka manusia berbondong-bondong meminta syafaat Nabi. Tetapi nabi tidak memberikan syafaat kepada semua manusia. Syafaatnya hanya diberikan kepada orang-orang yang senang dan banyak bershalawat kepada Rasulullah semasa hidupnya didunia.
Oleh karena itu, marilah kita berlomba-lomba dalam memperbanyak shalawat kepada rasulullah. Jangan kita menjadi orang yang sombong dengan enggan bershalawat. Karena Allah sendiri dalam Alquran disampaikan bahwa Allah saja yang menciptakan langit, bumi dan nabi muhammad turut bershalawat kepada Nabi Muhammad.
Kita tau bahwa Iblis diusir dari syurga karena tidak mau sujud kepada Nabi Adam.
Iblis saja tidak mau disuruh sujud kepada Nabi Adam Allah keluarkan dari syurga. Sementara kita disuruh sujud kepada Allah yang Maha pencipta tidak mau? Disuruh ibadah tidak mau sungguh-sungguh? Tapi enaknya kita tetap ingin meminta syurga. Sungguh manusia itu adalah makhluk yang aneh.
Kita sudah sering mendengar cerita tentang Adam dan Hawa yang terusir dari syurga. Ketika Adam dan hawa dilarang Allah memakan buah khuldi (kekal). Awalnya Iblis tidak berhasil menggoda Adam. Tapi Iblis terus berusaha dan berhasil menggoda Hawa. Kemudian Adampun berhasil tergoda melalui Hawa. Akhirnya keduanya Allah keluarkan dari Syurga. Adam diturunkan di India sementara Hawa diturunkan di Jeddah. Keduanya bertemu kembali di baiturrahmah setelah 40 hari terpisah.
Dalam penyesalannya, Nabi Adam melihat nur-nya Muhammad di Arsy Allah. Sehingga dalam doanya Adam memohon ampun kepada Allah dengan mengatas namakan Muhammad. Karena Adam menyebut Nama Muhammad, maka Allahpun langsung mengampuni Adam dan hawa.
Nabi Adam saja yang belum bertemu, belum membaca sejarah Nabi Muhammad bahkan Nabi Muhammad sendiri belum Allah ciptakan sebelum penciptaan Nabi Adam menyebut Nama Muhammad maka langsung Allah ampuni dosanya. Apalagi kita yang merupakan umat Rasulullah? Umat yang selalu dirindukan, selalu Rasul doakan bahkan tetap dipikirkannya diakhir hayatnya?
Maka oleh sebab itu, 2 hal ini seharusnya menjadi motivasi bagi kita untuk senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad. Semoga kita semua mendapat syafaatnya di akhirat kelak. Aamiin ya rabbal'alamiin
Komentar
Posting Komentar