Belajar menjadi Guru yang Bahagia Bersama Ustadz Satria Akmal

Alhamdulillah diberikan kesempatan untuk menambah ilmu lagi. Hari ini pelatihan bersama trainer hebat yang dilaksanakan oleh SMP Islam Al Ishlah Bukittinggi. Yaitu bersama Bapak Satria Asmal, CHt, CI. 
Training kali ini disampaikan dengan tema "Menjadi guru bahagia sepanjang masa". 

Ada 5 proses pembentukan karakter manusia. 
1. Fikiran (mindset) 
2. Perilaku
3. Kebiasaan
4. Karakter
5. Nasib baik dan buruk

Otak menerima informasi dari : Kata 7℅, intonasi 38℅ dan bodi langgueich 55℅ sehingga bisa menghasilkan daya hentak dan menggugah. Landasi dengan spiritual Sehingga menghasilkan energi ketauladanan. 

Sering kali kita menuntut untuk bahagia. Apakah menuntut pada diri sendiri, pasangan atau melalui materi. Wahai saudaraku. Letakkanlah bahagia itu pada diri sendiri. Jangan letakkan pada anak, suami atau harta. Karena hanya akan membuat kita lelah danntak kan kunjung menemukan kebahagiaan itu. Jika kita letakkan di jabatan maka kita sama dengan firaun. Jika letakkan di harta sama kita dengan qarun. Jika pada ilmu maka sama kita dengan iblis. Iblis dia banyak ilmu hanya dia tidak beradap dengan rabbnya. Jika kita letakkan pada diri sendiri maka akan banyak syukur dan mudah untuk mencapai bahagia. 

Cicak saja tanpa sayap tidak pernah stres. Kenapa kita yang Allah ciptakan berakal harus menghiraukan kehidupan yang kenyataannya belum tentu menjadi milik kita? Walaupun makanannya adalah serangga yang punya sayap. Tidak pernah ragu dengan rezki dari Allah. 

Hakikat rezki  itu adalah ketaatan. Ikhtiar itu adalah usaha untuk mendapatkannya. Teruslah berbuat baik dalam setiap kesempatan yang ada. Jangan menunggu waktu yang tepat, jangan menunggu kaya apalagi menunggu tua dahulu. Karena 
Jangan pernah merasa "talongsong" memberikan kebaikan. Layakkan dan pantaskan diri kita untuk mendapatkan rezki Allah. 


Ketika ada masalah maka fokuslah dengan solusi, bukan pada masalahnya. Dari manakah solusinya? Ketika kita melibatkan Allah dalam masalah kita maka kita akan mendapatkan solusi terbaik. Innalillahi wainnailaihi raji'un.

Jika kita sedang bermasalah, ada 3 langkah mendidik hati. 
1.  berdoa sambil mengikhlaskan masalah itu pada diri kita.  Jika kita tidak ikhlaskan maka dia akan menjadi penyakit pada diri kita. Ikhlaskan sambil berdoa kepada Allah. Ucapkan. Ya Allah saya ikhlaskan.... Membuka buhul benci
Memaafkan itu berat karena Hadiahnya besar. Yaitu syurga. 
2. Sambil memegang dada sebelah kiri (jantung) 
3. Ganti benci, dendam dengan ikhlas, sabar, istighfar dan amal-amal kebaikan. 
jika Allah cinta padamu, maka Allah akan sering menyapamu, memperhatikanmu.
Jangan memberi konsep saat pada gelombang beta. Karena dapat menyebabkan perlawanan sehingga menciptakan anak yang keras. 
Salah satu cara menurunkan gelombang dari beta ke alfa. Pertama, Tarik nafas dan lepaskan, istighfar, sampaikan pada diri anda bahwa keadaan akan terjadi sesuai dengan yang kamu harapkan. Jika mindset/fikiran kita sudah baik maka akan mempengaruhi perilaku, kebiasaan, karakter hingga nasib baik datang. 

Sehatkan badan dengan menjaga kesehatan, sehatkan hati dengan ruhiyah. 
Aristoteles menyebutkan, ”mendidik fikiran tanpa mendidik hati, bukanlah pendidikan sama sekali “.
Transferlah energi positif anda di ruang kelas kepada anak sehingga menghasilkan berbagai rasa senang,syukur, bahagia, dan lainnya. 

Perbaikilah dirimu sendiri dan ajaklah orang-orang di sekeliling mu dalam kebaikan itu. 

Sangat tidak logis jika kita langsung memasok materi sebelum menyiapkan anak2 secara psikologis. 

Setiap posisi kita hari ini adalah cara Allah memberi kebahagiaan kepada kita. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSPIRATIF TEACHER, Menjadi guru bahagia sepanjang masa

Kurikulum Merdeka Memaksaku Untuk Belajar dan Berbagi

Alam Takambang Jadi Guru