Memahami Istilah Baru dalam Kurikulum Merdeka
Kedua Tujuan Pembelajaran (TP). TP dirumuskan dari CP yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Salah satu metode perumusan TP adalah dengan menganalisis kompetensi dan lingkup materi yang ada pada CP. Sebagai contoh, sebuah capaian dalam elemen pemahaman IPA. Peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisika dan kimia serta memisahkan campuran sederhana. Dari bagian CP ini ada 4 kata kunci, yaitu melakukan klasifikasi, mengidentifikasi, membedakan dan memisahkan. Sehingga dari CP tersebut lahirlah 4 TP.
Kita ambil contoh kalimat pertama pada CP tersebut Peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati. Kompetensi pada CP ini adalah melakukan klasifikasi atau bisa kita sederhanakan menjadi mengklasifikasikan, sementara lingkup materinya adalah makhluk hidup dan benda. Berdasarkan analisis kompetisi dan lingkup materi ini kita dapat menyusun (TP) tujuan pembelajarannya menjadi peserta didik mampu mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda. Jika dilihat dari kurikulum 2013, maka TP ini sama halnya dengan KD pada kurikulum 2013.
Nah catatan penting yang harus kita ingat adalah bahwa TP adalah tujuan umum, bukan merupakan tujuan pembelajaran yang ada pada pada kurikulum 2013..
Ketiga ATP, ATP (Alur tujuan pembelajaran) yaitu rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun sistematis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu. Guru dapat menyusun ATP berdasarkan kebutuhan dan karakteristik peserta didiknya. Sebagai contoh dalam pembelajaran PJOK, disekolah saya keterampilan berenang tidak dapat diajarkan mengingat ciri khas sekolah yang islami (menjaga aurat peserta didik perempuan karena gurunya laki-laki). Namun untuk materi tentang berenang tetap disampaikan dalam pembelajaran di kelas. Artinya satuan pendidikan dan guru memiliki keleluasaan dalam menyusun ATP sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didiknya.
Selain itu ATP juga disusun melihat tuntutan kompetensi dan
kedalaman materi pada TP yang sudah dirumuskan. Jika dibutuhkan kompetensi yang
lebih mendasar maka kompetensi tersebut, maka harus dibuatkan pada ATP. Sebagai
contoh. TP pada pembelajaran IPA diatas, peserta didik mampu mengklasifikasikan
makhluk hidup dan benda. Kita dapat membuat TP nya menjadi beberapa ATP.
Seperti memahami konsep klasifikasi, menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup, menjelaskan
tata cara penulisan nama ilmiah pada makhluk hidup, menjelaskan kunci
determinasi dari suatu makhluk hidup, dan mengklasifikasikan 5 kingdom makhluk
hidup. Jadi ATP dari TP ini bisa saja berbeda antara satu sekolah dengan
sekolah lain. Karena disesuaikan dengan kedalaman materi serta kebutuhan
peserta didik disekolah masing-masing.
Selain CP, TP dan ATP istilah baru pada bagian modul (RPP di kurikulum 2013) ada pemahaman bermakna dan pertanyaan
pemantik. Pemahaman bermakna adalah informasi tentang manfaat yang diperoleh
oleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. Sehingga manfaat
tersebut dapat diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya
pada materi zat aditif pada pembelajaran IPA. Kita bisa menyampaikan pemahaman
bermaknanya dengan mengkonsumsi zat aditif sintetik (buatan) yang berlebihan
dapat merusak kesehatan. Dengan ini diharapkan peserta didik dapat lebih
kolektif memilih makanan dalam kehidupan sehari-harinya.
Selanjutnya pertanyaan pemantik adalah pertanyaan yang memancing rasa ingin tahu siswa agar fokus dengan materi pelajaran dan diharapkan dapat dijawab oleh siswa setelah pembelajaran selesai. Biasanya pertanyaan pemantik menggunakan kalimat terbuka. Diawali dengan kata tanya 5W dan 1H. Dengan pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik ini diharapkan lebih terbakarnya semangat peserta didik dalam aktivitas belajarnya.
Top
BalasHapusSemoga bermanfaat ndo
Hapus