Memahami Istilah Baru dalam Kurikulum Merdeka


Rasanya baru saja kita memahami kurikulum 2013 ya bapak Ibu. Bahkan belum mampu rasanya menerapkan 100% kurikulum ini malah sekarang kurikulum sudah berubah lagi. Lagi- lagi kita harus mempelajari dan memahami kurikulum yang baru, yaitu kurikulum merdeka. Tak dapat kita pungkiri, perasaan kesal dan dongkol bahkan rasanya mau protes kenapa kurikulum harus dirubah-rubah. Tapi mau protes kemana ya Bapak Ibu Guru?
Hee... Tenang Bapak Ibu. Mari kita terima dengan hati yang lapang dan jiwa yang tenang. Perubahan kurikulum merdeka ini merupakan salah satu bentuk usaha dalam pemulihan pembelajaran akibat dampak covid-19. Semoga dengan niat yang ikhlas dan usaha semua pihak pendidikan Indonesia semakin membaik. 

Dalam kurikulum merdeka kita akan mengenal istilah-istilah baru, diantaranya CP, TP dan ATP.  Apasih maksud ketiga istilah ini? Mari kita bahas bersama. 

Capaian pembelajaran (CP) adalah kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik dalam satu fase perkembangan. Contohnya dalam mata pembelajaran IPA SMP, CP ini merupakan kompetensi yang harus dicapai peserta didik selama duduk di bangku kelas 7, 8 sampai kelas 9.  Pada setiap mata pelajaran, CP sudah disediakan oleh pemerintah. Jadi guru harus mempedomani CP tersebut dalam membuat rancangan pembelajaran yang akan diterapkannya dikelas. Selanjutnya baru guru menyesuaikan dengan  karakteristik dan kebutuhan peserta didiknya. Capaian pembelajaran memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi. Nah jika dilihat dari kurikulum 2013, maka CP ini sama halnya dengan KI pada kurikulum 2013. Karena sudah ditetapkan oleh pemerintah langsung.

Kedua Tujuan Pembelajaran (TP). TP dirumuskan dari CP yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Salah satu metode perumusan TP adalah dengan menganalisis kompetensi dan lingkup materi yang ada pada CP. Sebagai contoh, sebuah capaian dalam elemen pemahaman IPA. Peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisika dan kimia serta memisahkan campuran sederhana. Dari bagian CP ini ada 4 kata kunci, yaitu melakukan klasifikasi, mengidentifikasi, membedakan dan memisahkan. Sehingga dari CP tersebut lahirlah 4 TP.

Kita ambil contoh kalimat pertama pada CP tersebut Peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati. Kompetensi pada CP ini adalah melakukan klasifikasi atau bisa kita sederhanakan menjadi mengklasifikasikan, sementara lingkup materinya adalah makhluk hidup dan benda. Berdasarkan analisis kompetisi dan lingkup materi ini kita dapat menyusun (TP) tujuan pembelajarannya menjadi peserta didik mampu mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda. Jika dilihat dari kurikulum 2013, maka TP ini sama halnya dengan KD pada kurikulum 2013.

Nah catatan penting yang harus kita ingat adalah bahwa TP adalah tujuan umum, bukan merupakan tujuan pembelajaran yang ada pada pada kurikulum 2013..

Ketiga ATP, ATP (Alur tujuan pembelajaran) yaitu rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun sistematis  berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu. Guru dapat menyusun ATP berdasarkan kebutuhan dan karakteristik peserta didiknya. Sebagai contoh dalam pembelajaran PJOK, disekolah saya keterampilan berenang tidak dapat diajarkan mengingat ciri khas sekolah yang islami (menjaga aurat peserta didik perempuan karena gurunya laki-laki). Namun untuk materi tentang berenang tetap disampaikan dalam pembelajaran di kelas.  Artinya satuan pendidikan dan guru memiliki keleluasaan dalam menyusun ATP sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didiknya.

Selain itu ATP juga disusun melihat tuntutan kompetensi dan kedalaman materi pada TP yang sudah dirumuskan. Jika dibutuhkan kompetensi yang lebih mendasar maka kompetensi tersebut, maka harus dibuatkan pada ATP. Sebagai contoh. TP pada pembelajaran IPA diatas, peserta didik mampu mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda. Kita dapat membuat TP nya menjadi beberapa ATP. Seperti memahami konsep klasifikasi, menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup, menjelaskan tata cara penulisan nama ilmiah pada makhluk hidup, menjelaskan kunci determinasi dari suatu makhluk hidup, dan mengklasifikasikan 5 kingdom makhluk hidup. Jadi ATP dari TP ini bisa saja berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lain. Karena disesuaikan dengan kedalaman materi serta kebutuhan peserta didik disekolah masing-masing.

Selain CP, TP dan ATP istilah baru pada bagian modul (RPP di kurikulum 2013)  ada pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik. Pemahaman bermakna adalah informasi tentang manfaat yang diperoleh oleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. Sehingga manfaat tersebut dapat diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya pada materi zat aditif pada pembelajaran IPA. Kita bisa menyampaikan pemahaman bermaknanya dengan mengkonsumsi zat aditif sintetik (buatan) yang berlebihan dapat merusak kesehatan. Dengan ini diharapkan peserta didik dapat lebih kolektif memilih makanan dalam kehidupan sehari-harinya.

Selanjutnya pertanyaan pemantik adalah pertanyaan yang memancing rasa ingin tahu siswa agar fokus dengan materi pelajaran dan diharapkan dapat dijawab oleh siswa setelah pembelajaran selesai. Biasanya pertanyaan pemantik menggunakan kalimat terbuka. Diawali dengan kata tanya 5W dan 1H. Dengan pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik ini diharapkan lebih terbakarnya semangat peserta didik dalam aktivitas belajarnya. 

Nah itu sedikit penjelasan tentang CP, TP dan ATP. Untuk lebih jelasnya Bapak Ibu bisa membaca buku panduan CP, TP dan ATP di PMM ya. 
Semoga dapat menambah pemahaman kita dan mari untuk tetap semangat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSPIRATIF TEACHER, Menjadi guru bahagia sepanjang masa

Kurikulum Merdeka Memaksaku Untuk Belajar dan Berbagi

Alam Takambang Jadi Guru