Tata cara menyelenggarakan Jenazah


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya." 

yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Termasuk manusia, tidak ada satu manusia pun yang akan kekal abadi. Kematian merupakan ketetapan Allah SWT. Tidak ada seorang pun yang dapat menghindarinya. Baik yang miskin atau kaya, muda atau tua, laki-laki atau wanita, semuanya akan menghadapi kematian. Cepat atau lambat setiap manusia pasti akan mengalaminya. Dalam agama Islam ada 5 kewajiban muslim jika ada muslim lainnya meninggal dunia. Di kenal dengan penyelenggaraan jenazah. Hukumnya adalah fadhu kifayah. 
tata cara penyelenggaraan jenazah di rangkum dalam 5 kegiatan berikut

1. Talqinkan
Berpisahnya ruh dan badan itu rasanya sungguh sakit. Rasulullah mengatakan andai bisa Rasulullah mau rasul saja yang merasakan sakitnya. Ini saking sayangnya Rasulullah kepada umatnya. 

Di sunnahkan menghadapkan orang yang sakaratul maut Kepalanya ke arah utara dan kaki ke selatan . Arahkan untuk mengucapkan ke lailahaillallah 3x (jangan di paksakan). Selanjutnya tutup mata si mayat jika mata terbelalak, tangan dilipat seperti orang shalat, kaki diikat jika tdk mau dirapatkan. Tutup seluruh tubuh dengan kain untuk menghindari fitnah. 
2. Memandikan
Boleh dilakukan minimal 2 atau 3 orang. Siapkan 3 jenis air (air biasa, air sabin, air mawar+kapur).  Awali dg mencuci muka dg hidung dan mulut ditutup. Lanjut bagian tengah, dari leher ke kaki. Miringkan ke kiri lanjut bersihkan, lanjut miringkan ke kanan, bersihkan pula. Dg cara yg sama dg air sabun lagi, lanjut air ke 3 dg cara yg sama.
Sebelum mencuci dg air sabun, Bersihkan kemaluan dg tangan dilapisi kain. 
Mengekuarkan isi kotoran di perut, mayat di topang setengah duduk, urut bagian perut bawah arah ke bawah agar kotoran keluar, lanjutnya bersihkan, 
Boleh di wudhukan dulu, mandikan terakhir wudhukan lagi. 

3. Mengkafani
Setelah selesai memandikan ambil kain kering baru sbg handuk, tarik dan jangan nampak aurat. 
Laki2 3 lapis, kain yg di gunakan besar 2 lapis bagian bawah, 1 utk sarung bagian bawah. di awali tali 5 ikatan (kepala, pundak, pusar, paha, kaki bawah) 
Ingat tdk boleh melihat aurat mayat. 
Angkat mayat ke kain kafan yg sdh disiapkan. Kasih kapas ke bagian lubang2, pelipatan, dan jari2 supaya tidak keluar cairan2 cairan si mayat. Di bawah kepala, di bawah bahu, pinggul, bawah kaki supaya jika ada cairan yg mengalir terserap ke kapas. Kasih kapur barus di samping supaya tidak keluar bau menyengat pada mayat. Boleh bulat utuh boleh juga di tumbuk. 

Selanjutnya tarik kain handuk mayat tanpa melihat aurat mayat. Pakaikan kain sarung, lanjut 2 kain berikutnya. Sebagian atas gulung ke kiri dan bawah ke kanan. Ikatkan tali dg ikatan mudah utk di buka kembali. Beratkan ke arah kiri krn mayat nanti akan di arahkan ke kiblat di kubur. 

Utk perempuan sediakan 5 helai . 2 kain besar, 1 jilbab bentuk segitiga di bagian atas, 1 sarung bagian bawah, terakhir kain yg di bentuk sbg baju. Pasangkan kapur barus dan kapas. Pasangkan baju, sarung jilbab dan terakhir 2 kain besar. Gulung dan ikatkan talinya. 
4 Mensalatkan
Jika mayat laki2 imam setentang dengan kepala, jika perempuan sejajar pusar mayat. 
Sementata makmum di sunnahkan memperbanyak saf. 
Pada takbir pertama membaca al fatihah,takbir kedua membaca shalawat nabi, takbir ke tiga doa untuk si mayat, dan takbir ke keempat untuk yang ditinggalkan
5. Menguburkan
Sunnah memasukkan mayat dari arah kaki. Miringkan mayat ke arah kiblat, buka ikatan tali, buka gulungan kain kafan. Buat pipi, bahu, kaki menyentuh tanah. Tidak ada mengazankan mayat di dalam kubur. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSPIRATIF TEACHER, Menjadi guru bahagia sepanjang masa

Kurikulum Merdeka Memaksaku Untuk Belajar dan Berbagi

Alam Takambang Jadi Guru