Pembelajaran berdiferensiasi
PEMBELAJARAN
BERDIFERENSIASI
Oleh Welna Risna Yenti, S.Pd.I
Guru SMP Islam Al Ishlah Bukittinggi
Terbit di koran Padang Ekspress, Senin, 3 april 2023
Kurikulum merdeka lahir untuk menyempurnakan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Salah satu bentuk terobosannya adalah adanya pembelajaran berdiferensiasi. Tak bisa kita pungkiri bahwa selama ini kita banyak fokus pada produk pembelajaran, dalam hal ini adalah hasil belajar. Terkadang kita lupa dengan proses yag harus dijalani siswa untuk mencapai hasil tersebut. Pembelajaran berdiferensiasi ini hadir dengan menyajikan proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa kita.
Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar siswa. Setiap siswa mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Pembelajaran berdiferensiasi bukan berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap siswa. Pembelajaran berdiferensiasi bukan pula pembelajaran yang membedakan antara siswa yang pintar dengan yang kurang pintar. Tapi dalam rancangan pembelajaran guru perlu memikirkan tindakan yang diambil harus mampu menfasilitasi semua kebutuhan dan minat siswanya.
Pada pembelajaran
berdiferensiasi proses pembelajaran diciptakan dengan menggunakan beragam cara
agar siswa dapat mengeksploitasi semua materi pembelajaran. Dalam arti mampu
mencapai tujuan pembelajaran meski dengan cara yang berbeda. Dalam
pembelajaran berdiferensiasi guru harus memperhatikan minat dan keinginan siswa
serta tidak memaksakan kehendak sendiri. Sebagai contoh dalam pembelajaran IPA.
Pada tujuan pembelajaran peserta didik dapat menjelaskan gangguan pada sistem
pernapasan dan menjelaskan cara menjaga kesehatan sistem pernapasan.
Langkah awal yang dilakukan
guru adalah mengenali karakteristik siswa. Langkah ini bisa dilakukan dengan
pengamatan langsung dari sikap dan gaya belajar siswa selama proses
pembelajaran. Selain itu bisa juga dengan melakukan asesment diagnostik melalui
wawancara. Atau bisa saja dengan mengamati tugas-tugas siswa yang sudah mereka
kerjakan. Guru sebaiknya juga berkolaborasi dengan teman sejawat mata pelajaran
lainnya yang mengajar dikelas yang sama. Dari langkah awal ini kita akan
mengetahui minat dan kebutuhan siswa.
Langkah kedua guru bisa
mendesain proses pembelajaran melalui diskusi kelompok agar siswa dapat
berkolaborasi antar anggota kelompok. Pada tahap ini guru membagi siswa sesuai
dengan minat dan kebutuhannya yang sudah di lakukan pada tahap awal. Dalam
diskusi peserta didik diberikan pilihan untuk membuat karya berupa artikel,
slogan atau poster. Hal ini akan memberikan ruang gerak bagi siswa untuk
memilih sesuai bakat, minat dan kebutuhannya. Hasil dari tahap ini adalah
terbentuknya kelompok dengan peserta kelompok yang homogen. Sehingga mereka
bisa berdiskusi untuk menggali informasi terkait gangguan sistem pernapasan dan
cara menjaga kesehatannya.
Terakhir siswa diminta
mempresentasikan karya mereka dalam berbagai cara. Pada tahap ini guru tidak
perlu mematok cara mereka mempresentasikan. Biarkan siswa mempresentaaikan
hasil karyanya sesuai dengan minat mereka sendiri. Guru cukup memberikan
beberapa pilihan seperti mempresentasikan secara lisan, tulisan atau dengan
memajang hasil karyanya di kelas. Siswa yang memiliki kemampuan berbicara yang
bagus akan mempresentasikan hasil karyanya berupa penjelasan langsung di
hadapan teman-temannya. Siswa yang suka menulis akan mempresentasikan berupa
laporan yang dikumpulkan kepada guru. Sementara siswa yang suka menggambar bisa
saja dengan memajang posternya di mading kelas.
Lalu apa manfaat pembelajaran berdiferensiasi? Kelas
yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi diharapkan dapat mencapai hasil
pembelajaran yang maksimal. Setidaknya, dengan menerapkan pembelajaran
berdiferensiasi setiap siswa merasa disambut dengan baik oleh gurunya. Siswa
dengan berbagai karakteristik merasa dihargai, merasa ada harapan untuk
berkembang dan berekspresi serta berprestasi. Siswa akan merasa mendapatkan
keadilan dalam bentuk nyata karena terlayani dengan baik. Pembelajaran
berdiferensiasi juga telah mewadahi siswa kita dalam menyalurkan bakat dan
minatnya
Dalam setiap usaha untuk
mencapai tujuan yang maksimal tentunya kita akan menghadapi berbagai tantangan.
Menerapkan pembelajaran berdiferensiasi
bukanlah hal yang mudah. Untuk itu diharapkan setiap guru selalu bisa
menanamkan sikap positif, memiliki semangat juang yang tinggi serta mencintai
dunia pendidikan. Karena akan ada tantangan-tantangan dalam setiap perjuangan.
Diharapkan setiap guru untuk selalu belajar dan berbagi dengan teman sejawat,
saling dukung dan memberi semangat. Terapkanlah setiap ilmu yang didapat
meskipun hal itu belum bisa maksimal kita laksanakan. Tentunya selalu
mengevaluasi dan memperbaiki diri.
Jadi dengan menerapkan pembelajaran
berdiferensiasi ini diharapkan tidak ada lagi
siswa kita yang merasa tidak menikmati proses pembelajaran. Tidak ada
lagi siswa yang merasa terpaksa belajar karena gurunya egois dalam merancang
proses pembelajaran. Melalui pembelajaran ini kita harapkan dapat memperbaiki
kualitas pendidikan Indonesia. Tentunya dapat mencerdaskan kehidupan anak
bangsa Indonesia.
|
|
Welna Risna Yenti lahir pada tanggal 19 Juli 1989. Menamatkan
pendidikan terakhir pada jurusan Fisika Di STAIN Batu sangkar tahun 2013
lalu. Sekarang menjadi guru bidang studi IPA di SMP Islam Al Ishlah
Bukittinggi. Ibu dari 2 anak ini bisa di hubungi pada WA 082389094150 atau FB
: welnarisnayenti. Tulisannya juga bisa di baca di
http://welnarisnayenti.blogspot.com |

Komentar
Posting Komentar