Sikap Guru dalam Tradisi Pendidikan Islam

Guru merupakan profesi yang sangat mulia. Ustadz Albert N mengajak dalam tausiahnya agar guru memperhatikan dan menjalankan tugas-tugasnya

Bersandar pada Alquran surat Aljuma'ah ayat 2. Tugas guru itu terjabar kepada 3 tugas, 
1. Membacakan ayat-ayat Allah. Menyadarkan kepada peserta didik bahwa seluruh alam ini adalah milik Allah. Apakah mapelnya IPA atau MTK sekalipun tetap tujuannya adakah membuat PD sadar bahwa alam seisinya ini adalah milik Allah, ciptaan Allah dan dalam kuasa Allah. 
2. Mensucikan hati dan fikiran peserta didik. 
Kita memberikan sangsi kepada PD kadang hanya berdasarkan kebencian, emosional, sehingga kata2 atau panisman yg diberikan tidak sesuai sasaran. 
3. Mengajarkan Alquran dan hadist
Mentransfer ilmu2 Allah yang bersumber kepada Alquran dan hadist. 
Diperjelas lagi dalam hadist
" Hormatilah anak-anakmu dan didiklah mereka. Allah memberi rahmat seseorang yang membantu anaknya sehingga anak dapat berbakti kepadanya. Salah seorang sahabat bertanya, ya Rasulullah, bagaimana cara membantu anakku sehinga ia berbakti kepadaku? Nabi menjawab menerima usahanya walaupun kecil, memaafkan kekeliruannya, tidak membebani dengan berat dan tidak pula memakinya dengan makian melukai hatinya. (HR.Abu daud) 

Untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu menciptakan anak-anak yang shaleh pendidik harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Sebagai pendidik, kita harus yakinkan bahwa kita sudah menyamakan visi dengan sekolah. Visi teologis/agama. Menciptakan anak-anak yang shaleh dan berakhlak mulia. Visi sosial. Mendapatkan lingkungan yang nyaman dan mendekatkan diri kita kepada Allah. Visi ekonomis, mampu memberikan kebutuhan ekonomi pribadi. 
2. Berkomunikasilah dengan PD dengan melibatkan Allah. Artinya bukalah ruang hati untuk peserta didik. Sebagai contoh mengucapkan salam berpapasan. Kita harus memahami makna salam yang kita sampaikan. 
3. Membangun karakter PD
Bangunlah karakter anak mulai dari rumah, dari hal yang kecil. Ciptakan suasana yang tenang dan penuh cinta. 
"Cintai anak-anak dan sayangilah mereka. Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka, tepatilah. Sungguh yang mereka ketahui hanya kamulah yang memberi mereka rizki. (HR.Ath-Thahawi)

Guru jangan hanya menuntut hasil tetapi harus diawali dengan memotivasi. Ada 3 Cara Memotivasi murid untuk berkhidmat; Terima yang sedikit darinya, maafkan kesulitannya dan jangan membebaninya. 
 Dalam al quran surat albaqarah ayat 74 Allah melarang mencap dan menghakimi anak itu bodoh atau pemalas sejenisnya.  Karena dalam hati yang keras ada yang akan mengeluarkan mata air. Artinya seburuk apapun seseorang pasti ada hal positif padanya. Inilah tugas kita sebagai guru bagaimana bisa memunculkan mata air tersebut, mengedepankan hal positifnya . 
Agar terciptanya murid yang berkarakter yang mulia. Guru haruslah menjalin kedekatan dengan murid, berbicaralah dengan kata-kata yang benar dan jujur, bangun keyakinannya, dan ajarkan adab. 

Waktu Nabi di Thaif, orang tua mempropokasikan anak2 mereka untuk melempari nabi yang mereka katakan bahwa nabi adalah orang gila. Kemudian anak2 melempari nabi dengan batu. Malaikat bertanya apakah anak2 itu perlu diberi azab? Nabi melarang karena anak-anak itu belum tau. Hal ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa kita harus sabar dan mau memaafkan semua kekurangan peserta didik Serta mendoakan mereka. 

Semoga kita bisa menjadi guru yang digugu dan ditiru. Menjadi guru yang memotivasi bukan yang menghakimi. Menjadi guru yang mencintai dan dicintai peserta didik ☺🥰

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSPIRATIF TEACHER, Menjadi guru bahagia sepanjang masa

Kurikulum Merdeka Memaksaku Untuk Belajar dan Berbagi

Alam Takambang Jadi Guru