OPSI sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan meneliti dan menulis Peserta didik


Zaman sekarang ini adalah masa paradigma baru. Artinya zaman dimana peserta didik tidak hanya menerima ilmu dari guru. Peserta didik bisa menemukan sendiri bahkan berbagi ilmu. 

Pluto dahulu adalah termasuk salah satu planet, namun sekarang tidak dimasukkan lagi. Tentunya karena berbagai alasan yang faktual. Ini membuktikan bahwa ilmu itu selalu berkembang. Untuk menjawab paradigma ini, pendidikan sekarang ini harus mendidik peserta didik untuk meneliti dan menulis.

Salah satu wadah yang mendukung pelayanan ini adalah OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia).OPSI adalah salah satu ajang lomba yang di adakan pemerintah Indonesia agar munculnya pelajar indonesia yang suka dan mau meneliti sekaligus menulis. 

Pada hari ini, senin 12 desember 2022 diadakan pembinaan OPSI oleh pemerintah kota bukittinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat Memampukan guru pembimbing mengarahkan peserta didiknya . Diharapkan juga dapat memberikan pencerahan kepada peserta didik dalam menuangkan ide-idenya dalam bentuk penelitian.  Karena di belakang siswa yang sukses ada guru yang hebat, ikhlas dan punya jiwa juang yang tinggi dalam dunia pendidikan.

Bapak Mahyudin ritonga, MA selaku pemateri dalam kegiatan ini menjelaskan dalam mengikuti lomba OPSI peserta haruslah mematuhi peraturan panitia. Karena jika tidak patuh maka proposal akan langsung di rejec.


 Diantara aturannya adalah pahami pedoman yang ada pada semua aspek. Apakah tema, aturan penulisan, atau syarat pesertanya. Tema yang digunakan harus uptodate. Carilah tema yang kontekstual dan lagi viral di sekolah. Di samping itu dokumen penelitian harus terdokumentasi dengan baik.




Dalam penulisan penelitian yang  dikenal dengan karya tulis ilmiah. Setidaknya ada 4 Bab yang harus disusun. Bab 1 pendahuluan, berisikan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian. Bab 2 kajian pustaka berisi penelitian- peneitian sebelumnya yang berkaitan dengan tema yang diambil. Bab 3 berisi metodologi penelitian. Disini tidak perlu panjang lebar yang penting  mampu menjelaskan 5W+1H tentang tema. Bab 4 pembahasan terkait tema yang di ambil. Bab 5 berisi kesimpulan dan saran. Dan diakhiri dengan daftar pustaka.
Diantara trik dalam mencari tema penelitian adalah 

1. Bacalah beberapa hasil penelitian penelitian orang terdahulu. Bisa saja kita temukan dari berbagai jurnal. Jurnal bisa kita dapatkan melalui google cendikia, Scholar, atau rama kemendikbud. Disini jurnal-jurnal pendidikan dan non pendidikan sangat mudah didapatkan. Kemudian bacalah bagian kesimpulan maka kita akan menemuakn kekurangan dari penelitian orang tersebut. Dari itu kita akan mendapatkan ide tema untuk penelitian yang akan dilakukan. Selanjutnya kita bisa saja membaca bagian saran dari penelitian tersebut. Disana peneliti akan memberikan saran penelitian lanjutannya.

2. Kita bisa berangkat dari permasalahan yang kita alami sendiri atau yang kita lihat dilingkungan kita. Selanjutnya tinggal kita mencari solusi dari permasalahan tersebut untuk selanjutnya kita jadikan tema peneitian kita.

Demikian sedikit paparan tentang OPSI, semoga menginspirasi dan memotivasi bagi kita untuk berkarya. 

Meneliti itu mengasyikkan dan menyenangkan.

Berhasil menuntaskan satu penelitian akan memberikan kepuasan tertentu pada diri.

Mari meneliti dan menulis 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSPIRATIF TEACHER, Menjadi guru bahagia sepanjang masa

Kurikulum Merdeka Memaksaku Untuk Belajar dan Berbagi

Alam Takambang Jadi Guru