DIANTARA KESALAHAN DALAM MENDIDIK ANAK

Tidak sedikit kita dengar orang tua yang mengeluh dengan anaknya sendiri. Kita semestinya tidak 100% menyalahkan anak. Karena bagaimanapun orang tua adalah cerminan anak. Berikut kita akan bahas 5 diantara kesalahan dalam mendidik anak.

1. Salah Memilih Jodoh.

Pepatah mengatakan buah kalau jatuh tidak jauh dari batangnya. Bapak kencing berdiri, anak kencing berlari. Ini membawa maksud kejahilan ibu bapak akan diwarisi oleh anak. 

Bagaimana mungkin kita akan mendapat anak yang rajin shalat jika ayah nya tidak shalat. Bagaiman mungkin anak perempuan akan menutup aurat jika ibunya sendiri mengumbar auratnya.

Mengingat semuanya sangat berpengaruh maka diharapkan kepada saudaraku yang belum menikah hendaklah memilih pasangan dengan mengutamakan pertimbangan agamanya. Sebagaimana ini juga sudah dijelaskan dalam hadist nabi.

Diantara ikhtiar kita agar mendapatkan jodoh yang baik adalah :

1. Berusaha dan berdoa kepada Allah agar mendapatkan jodoh yang baik dengan melaksanakan shalat hajat

2. Bertawakal kepada Allah.

3. Berusaha menjadi pribadi yg baik. Krn Allah berjanji pribadi yang baik hanya untuk pribadi yang baik.

4. Lebih tertariklah kepada seseorang krn ketaatanya, bukan krn hartanya. Ingat, kalau akhirat yang kita kejar maka dunia akan mengikuti. 

Lalu bagaimana bagi kita yang sudah memiliki pasangan? Haruskah kita meratapi atau menyesalinya? Atau menggantinya? Hee jangan berfikiran picik ya. Mari kita sama2 berubah, sama2 memperbaiki diri. Dengan niat yang baik dan tekad yang kuat insyaallah Allah mudahkan. Mari kita saling mengisi, saling mengingatkan. Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu2 agama. Jika sang suami tidak memiliki ilmua agama yang cukup maka hendaklah ia mengizinkan istrinya menghadiri majlis2 ilmu.

2. *Salah memberikan nama*

Sungguh salah jika seseorang mengatakan apalah arti sebuah nama. Nama yang kita sandang di dunia maka akan Allah panggil nanti di akhirat kelak dengan nama tersebut.


Menurut ajaran agama nama itu adalah doa. Apalagi nama adalah yang sering di sebut oleh orang tuanya artinya sering di doakan orang tuanya. Maka seyogyanyalah orang tua memberikan nama yang baik untuk anaknya. Baik dari sebutannya maupun artinya. Janganlah orang tua memberikan hanya untuk mengikuti artis terkenal tanpa memandang artinya. Sebagai contoh pada zaman dahulu seorang 'alim pernah mengganti nama seseorang dari SITI ZANIAH (pezina) menjadi SITI ZAINIAH (perhiasan) 

Coba kita bayangkan jika semua orang termasuk orang tuanya memanggilnya pezina. Artinya semua orang mendoakan dia menjadi seorang pezina. Sementara kita tau doa orang tua kepada anak termasuk doa yang mustajab. Maka merupakan suatu kewajiban bagi orang tua untuk memberi nama yang baik kepada anaknya.

3. Salah memberikan nafkah.

Halal dan haramnya makanan sangat berpengaruh terhadap orang yg memakannya. Jika makanan yang di makan halal maka makanan itu akan menghasilkan energi yang berkah. Sehingga orang yang memakan makanan yang halal akan ringan langkahnya ke masjid. Akan cerdas otaknya untuk memikirkan hal yang baik- baik. Bagitu juga sebaliknya jika seseorang sering memakan yang haram maka energi yang dihasilkan dari makanan itu tidak berkah. Akan terasa sangat berat dalam melakukan ibadah dan kebaikan. 

Ibnu taimiyah mengatakan bahwa makanan yang halal akan membentuk jiwa yang suci dan jasmani yang sehat. 

Oleh karena itu, jangan kotori jiwa anak kita dengan rezki yang haram.

4. Tidak memulai pendidikan agama sejak usia dini.

Jika anak kecil itu diibaratkan sebagai botol kosong, maka ortunyalah yang akan menentukan akan mengisi botolnya dengan air keruh atau dengan air jernih. Jika anak kecil itu diibaratkan sebagai kertas putih maka orang tua nya lah yang akan memilihkan warna bagi anaknya.

Diantara yang harus dibiasakan sejak dini adalah kebiasaan mendirikan shalat. Dalam hadist dijelaskan agar memerintahkan anak mendirikan shalat sejak usia 7 tahun dan perintah memukulnya ketika jika tdk mendirikan shalat ketika umur 10 tahun. 

Hal ini menandakan pentingnya pendidikan agama sejak dini. Fenomena saat ini kita orang tua malah lebih bangga ketika anak kita lebih pintar berjoget di depan tiktok dari pada pandai mendirikan shalat. Kita lebih marah ketika nilai rapor anak jelek dibanding anak dengan senangnya meninggalkan shalat.

Tegurlah anak setiap anak melakukan  kesalahan. Karena teguran itu ibarat pupu pada tanaman. Semakin sering kita memupuk dan merawatnya maka dia akan subur. Dan kia juga akan memetik hasilnya yang baik. Namun jika kita tidak memupuk dan merawatnya maka kita akan kecewa dengan hasilnya.

Maka jangan pernah ragu untuk menegur dan bersikaplah dengan tegas.

Biasakan mengajak anak laki-laki shalat berjamaah ke masjid sejak dini. Insyaallah akan menjadi kebiasaan sampai dewasa.

Biasakan anak perempuan menutup aurat sejak dini. Jangan membiarkan bahkan mendukung anak perempuan mempertontonkan auratnya di depan publik. Baik itu melalui dunia maya maupun nyata. Karena itu akan menjadi kebiasaan yang mendarah daging baginya sampai dewasa.

5.Tidak membiasakan diri mendoakan anak.* 

Diantara rahasia sukses anak adalah doa orang tua. Karena dalam Sebuah hadist dijelaskan bahwa doa orang tua adalah salah satu doa yang mustajab. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua seharusnya memperbanyak mendoakan anak. Saking hebatnya doa orang tua maka doa itu bisa merubah hidup seorang anak dari yg hitam kelam kepada kehidupan yang cerah. Sebagai contoh almarhum UJE yang kita kenal semasa remajanya yang memiliki masa lalu yabg hitam maka melalui doa ibunya Allah izinkan dia menjadi ulama besar.

Namun sayangnya tidak jarang kita dengar orang tua bukannya banyak mendoakan malah yang sering keluar adalah sumpah serapah. Apalagi ketika sedang di serang marah. 

Semoga kita termasuk orang tua yang sabar dan  selalu mengeluarkan kata-kata yang positif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSPIRATIF TEACHER, Menjadi guru bahagia sepanjang masa

Kurikulum Merdeka Memaksaku Untuk Belajar dan Berbagi

Alam Takambang Jadi Guru