Gapai Semua dengan Alquran
Bicara tentang ulama Indonesia. Ulama kita banyak belajar ilmu dari negara2 di Eropa.
Disana syarat utama belajar ilmu itu adalah hafal Al quran. Ketika kita ingin belajar suatu ilmu kepada seorang guru, maka guru akan bertanya sudah menghafal Al quran?
Oleh karena itu, ketika kita sudah memasang niat ingin menjadikan anak menjadi seorang yang memiliki ilmu agama yang bagus, sekolah di sekolah yang terbaik. Maka mulailah dari sekarang tanamkan dan hidupkan Alquran di jiwa anak2 kita.
Belajar dari ustadzah sofi, ibunya Maryam Ulyadi (hafidz Indonesia) ada beberapa nasehat untuk para orang tua yang sudah terlanjur memasang niat untuk menjadikan anaknya seorang penghafal Al quran :
# Perkayalah anak dengan kosa kata positif. karena memperbanyak kosa kata positif dapat meningkatkan kecerdasan otak anak
#Berikan waktu bersama al quran sesuai porsinya. Semakin bertambah umur dan tingkatan anak seharusnya durasi anak bersama Alquran harus lebih banyak juga.
#Sadari dan berikan pemahaman manfaat menghafal Al quran. Menghafal Al quran Bukan untuk mendapat hadiah semata.
# Jika sdh menghafal 1 atau 2 juz maka untuk berikutnya anak akan lebih mudah menghafal. Asalkan hafalan di murajaah terus sampai mutqim.
# Durasi tontonan yang banyak dapat mengurangi fokus dan konsentrasi anak dalam menghafal al quran.
#Fitrah anak2 itu adalah menghafal, maka jika tidak diisi dengan Al quran maka yg lain akan mengisinya.
#Jika ada istilah libur sekolah, jangan ada istilah libur ziyadah/libur murajaah. Karena itu akan membuat anak terlena dalam kemalasannya.
# Korbankan tenaga, waktu untuk murajaah bersama anak.
# Sadari dan imani apa manfaat jika anak adalah seorang penghafal Alquran. Maka semangat dan istiqamahlah membersamai anak dengan Al quran.
#Fasilitas hanya urusan yg kesekian, yang terpenting adalah kegigihan dan keteguhan hati atas niat baik.
# Jangan non-aktifkan speaker quran. istiqamah setiap hari tanpa hari libur.
# Adanya program keluarga yg prioritasnya Al quran:
1. Buatlah anak dalam zona nyaman
2. Jangan sampai anak trauma dengan didikan kita yang salah, seperti hentakan, teriakan, atau marah yang tidak mendidik
3. Jangan beri sangsi yg belum disepakati dengan anak
4. Perban banyak apresiasi
5. Setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Berikan hak mereka sesuai kebutuhannya.
5. Anak adalah cerminan diri kita. Jangan banyak menuntut, tapi sama2 berjuang ke arah yang lebih baik.





Wih, mantap bunda. Kasih bundo materinya dong 😉😘
BalasHapusSiap Bunda.. 😊
BalasHapus