SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA
Satu
episode pengalaman hidup telah selesai saya jalani. Pengalaman yang penuh
perjuangan yang takkan mudah untuk saya lupakan.
Alhamdulillahirabbil'alamin...
Kata ini sering kita ucapkan ketika sudah merasakan nikmat yang besar tapi lupa
dengan nikmat yang selalu dan selalu Allah berikan. Bahkan mungkin sebaliknya,
kita malah mengumpat atau menganggap Allah itu tidak adil. Astaghfirullaha’adzim...
Hal ini pernah saya alami dalam hidup.
Begitu
indah Allah mengatur semuanya. Meski sebelumnya saya sempat berkecil hati,
sedih bahkan iri kepada teman-teman sesama kelompok lulus pretest 2018 di
sekolah saya. Dari kami berlima tinggal saya dan teman saya Nia, jurusan Bahasa
Indonesia yang belum terpanggil PPG
Pagi
itu sedang berlangsung rapat guru dan kepala sekolah. Nia memberi kode agar
izin dan menemuinya di ruang sebelah. Saya langsung mengikuti kodenya. Saya
dapati Nia dengan kebahagiaan terpancar diwajahnya sambil berlinang air mata. "Cobo cek sergurmu!, Alhamdulillah aku
masuak tahap 1 PPGDJ LPTK UNP cin"
Saya
terkejut bercampur cemas dan langsung terfikir nasib saya sendiri. Tinggal Saya
sendiri? Akankah ada kesempatan untuk saya ikut tahun ini? Segera saya ambil
telepon genggam dan segera mengetik sergur di beranda google. Saya dapati
pengumuman bahwa saya belum termasuk peserta PPGDJ tahap 1. Dalam lirih masih
saya ucapkan untuk Nia. "Selamat yo
cin dan semangat. Wel masih alun terpanggil pada tahap 1 ko cin".
Teman
saya mencoba menenangkan saya yang memang tak bisa menyembunyikan kesedihan. Serasa
hari itu Tuhan tak adil, hanya tinggal saya. Hanya tinggal saya yang belum
terpanggil. Dosa apa? Dan atas dasar apa sehingga saya masih belum diberikan
kesempatan?
Hari
terus berjalan. Pengumuman tahap 1 dan tahap 2 berlalu. Dan akhirnya di beranda
sergur saya dapati Welna Risna Yenti merupakan mahasiswa PPGDJ tahap 3 LPTK UNM.
Segera saya lanjutkan membaca informasi kegiatan dari masa orientasi hingga
ujian akhir. Disini baru saya menyadari betapa indah Allah mengaturnya dan
memberikan yang terbaik untuk hambaNya. Ternyata kegiatan dilaksanakan full
daring dan UP dilaksanakan di Universitas terdekat. Hal ini terjadi karena
pelaksanaan PPG ini dilaksanakan pada masa pandemi covid-19 yang sudah melanda
Indonesia beberapa bulan terakhir. Perkuliahan dilaksanakan secara daring untuk
meminimalisir penyebaran covid-19.
Fabiayyialaa
irabbikumaa tukazzibaan... Syukur Alhamdulillah atas semua pengaturan yang
paling rapi dan indah. Terbayang biaya transportasi Sumbar-Makassar yang harus saya
siapkan, sewa rumah dan biaya kebutuhan harian selama 3 bulan disana. Berjuang
tanpa dampingan keluarga, suami dan anak. Siapa yang akan mengurus mereka? Inilah
ternyata hasil dari kesabaran dan penantian yang lama. Allah ingin memberikan
kemudahan2 yang tak terfikirkan sebelumnya.
Dengan
penuh semangat saya mulai mempersiapkan kuliah PPGDJ yang dilaksanakan secara daring.
Mulai dari laptop, printer, kuota internet, kaca mata anti radiasi dan lainnya.
Saya juga meminta bantuan Amak datang dari kampung untuk membantu saya mengurus
anak selama perkuliahan. Semua pekerjaan rumah dituntaskan oleh adik saya.
Dukungan dan bantuan suami yang tak pernah putus selama perkuliahan. Bantuan
dan kerja sama teman2 sejurusan yang begitu mendukung perkuliahan saya.
Bagaimana tidak, selain berstatus sebagai mahasiswa saya juga harus menjalankan
tugas sebagai guru di sekolah. Benar-benar menguras tenaga dan fikiran.
Orientasi
pada hari pertama berjalan dengan lancar, meski mata saya terasa perpasir dan
perih karena seharian memandangi laptop. Selanjutnya saya menjalankan rangkaian
kegiatan perkuliahan. Hal ini meliputi : pendalaman materi, penyusunan
perangkat, review perangkat dan refleksi, pelaksanaan praktik Lapangan (PPL).
Kemudian mengikuti rangkaian ujian yang meliputi : Uji komprehensif, Uji
kinerja, Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Guru.
Kendala
jaringan tidak begitu menjadi masalah berarti bagi saya. Jaringan cukup bagus
karena saya tinggal dekat dengan kota (batas kota). Hanya saja selama
pendalaman materi sempat beberapa kali mati listrik di rumah saya. Jelas ini
sangat mengganggu proses pembuatan tugas dan pertemuan web meeting. Saya harus
mengungsi ke tempat kerja suami atau ke rumah mertua. Kira-kira 20menit perjalanan
yang harus saya tempuh menggunakan sepeda motor.
Pada
fase pendalaman materi perkuliahan dimulai jam 07.00 sampai jam 16.00 WIB. Ba’da
shalat subuh pasti admin kelas sudah memberikan penjelasan rangkaian kegiatan
yang harus dituntaskan dalam 1 hari. Perkuliahan
diawali dengan pengarahan dari dosen melalui web meeting, kemudian belajar
mandiri dengan modul dan diskusi kelompok melalui LMS. Tentunya di tutup dengan
soal-soal formatif dan sumatif. Ada juga dosen yang memberikan tugas tambahan
dan deadline jam 16.00 WIB. Tidak perlu
mengeluh, karena ini baru permulaan. Belum seberapa dibandingkan penyusunan
perangkat dan rangkaian ujian yang harus dilewati. Jadi, jalani dan nikmati.
Inilah yang disampaikan oleh senior kami angkatan 2 ketika ada yang mulai
mengeluh.
Semua
berjalan dengan lancar. Sembari menyiapkan tugas daring peserta didik, saya juga
menjalankan perkuliahan dengan sebaik-baiknya. Berusaha membagi waktu dan
fikiran untuk keluarga, sekolah dan perkuliahan. Tapi ini hanya berjalan 2
minggu. Sampai sekolah memutuskan agar pembelajaran tidak hanya sekedar
memberikan tugas tetapi juga menyediakan pertemuan virtual antara guru dan
peserta didik. Sejak itu, saya mulai tidak mampu lagi membagi waktu secara
efektif. Pernah saya menjalankan kuliah daring dan pembelajaran daring di
sekolah dalam waktu bersamaan. Hal ini sangat menguras tenaga dan fikiran saya.
Oleh karena itu saya putuskan untuk meminta bantuan teman untuk menggantikan
saya mengajar. Sehingga saya lebih bisa fokus menjalankan perkuliahan.
Fase
terberat yang saya rasakan adalah pada saat penyusunan perangkat. Karena kami harus menyelesaikan 3 RPP
dalam 3 hari, 2 bahan ajar dalam 2 hari, 3 media pembelajaran dalam 1 hari, 3 LKPD
dalam 1 hari, 3 instrumen penilaian dalam 2 hari. Sungguh saya merasa ini
adalah perjuangan yang luar biasa. Pernah saya hanya mendapat jatah tidur 30 menit
saja. Ini karena saya tidak mendapat ide KKO yang tepat untuk indikator level
HOTS. Karena kebetulan kami mendapatkan dosen yang sangat disiplin dan tegas pada
bagian penyusunan pernangkat ini.
Fase
ini sangat meninggalkan kesan bagi kami. Sehingga admin kelompok membuat judul
group Whatshap dengan group tahan banting. Kenapa tidak. Tidak hanya tugas yang
padat dan deadline yang mendesak. Tekanan juga kami rasakan karena dosen yang
begitu luar biasa mendidik kami untuk disiplin dan belajar keras. Pernah salah seorang teman saya mendapat
sambutan selamat malam waktu masuk kelas virtual. Hal ini ia dapatkan karena
terlambat masuk kelas virtual, kira kira 10 menit. Teman lain juga pernah
diizinkan masuk kelas virtual ketika pembelajaran mau ditutup. Hal ini
merupakan bentuk didikan dosen kepada kami agar disiplin terhadap waktu.
Saking
takutnya sama dosen yang satu ini saya juga pernah berbohong. Waktu itu dosen meminta
kami untuk presentasi secara bergantian. Saya pura-pura sakit perut dan izin ke
kamar mandi karena takut disuruh presentase lebih awal. Saya menyadari kuota
internet saya sudah kritis dan tidak akan cukup untuk saya presentasi. Di kamar
mandi saya menelpon suami agar segera membelikan kuota internet baru. Jangankan
kuota yang habis, jaringan bermasalah saja tidak mendapat maaf dihati dosen
yang satu ini. Kami harus mencari solusi dan menyelesaikan masalah segera.
Bukannya bangga dengan berbagai kendala yang ada. Saya langsung teringat akan
tingkah peserta didik saya yang izin meninggalkan kelas dalam waktu yang lama.
Mungkin saja mereka takut atau bosan belajar dengan saya.
Sungguh
banyak pelajaran yang saya dapatkan selama penyusunan perangkat ini. Pernah
saya berebut hp dengan anak saya sampai ia menangis. Saya benar-benar tidak
bisa mengontrol emosi saat itu. Perasaan takut dimarahi dosen dan sedih karena
telah membuat anak saya menangis. Satu kalimat yang harus saya tanamkan dalam
jiwa. "Luaskan hati dan fikiran seluas-luasnya hingga tekanan hidup akan
terasa kecil bahkan nyaris tak terasa". Tidak hanya saya yang merasakan
hal itu, teman saya juga pernah dibuat menangis selama penyusunan perangkat
ini. Tapi saya yakin, dosen hanya ingin kami belajar dan mengajar lebih baik
dan terbaik.
Pada
waktu penyusunan perangkat, ayah saya mengalami kondisi buruk. Karena jauh dari
Amak jadi ayah kehilangan semangat. Hal ini berakibat kondisi tubuhnya melemah
dan akhirnya Amak saya harus kembali ke kampung karena harus menemani Ayah.
Saya merasa sangat berdosa sekali karena saya Ayah harus menahan rindu dan
kehilangan semangat. Hal ini membuat tekat saya semakin kuat, saya harus belajar
dengan sungguh-sungguh dan harus lulus dalam 1 kali ujian tanpa remedial.
Hari-hari
terus berjalan, anak saya terpaksa di bawa Abinya ke tempat kerja, kalau sudah
bosan maka Anak saya di bawa ke rumah mertua. Siangnya barulah saya atau adik
saya menjemputnya. Perjuangan ini telah merepotkan orang-orang terdekat saya.
Selalu saya berdoa semoga Allah selalu berikan kami sekeluarga kesehatan dan
kemudahan hingga perjuangan ini berjalan lancar dan berakhir dengan manis.
Kerja
sama dan saling bantu dalam kelompok sangat membantu dan memotivasi kami untuk
terus maju. Semua ini akan berujung kepada kesuksesan dan kebahagiaan. Satu
persatu kegiatan selesai dijalani. Uji komprehensif yang menegangkan juga telah
terlewatkan. Alhamdulillah saya mendapat nilai terbaik di kelas kata admin
kelas kami.
Perjuangan
terus berjalan hingga kami PPL disekolah masing-masing. Mengikuti Uji kinerja
dengan menyiapkan berbagai syarat dan bahan yang cukup melelahkan bagi saya.
Dengan kerja sama dan bantuan peserta didik kelas VII D saya berhasil
menuntaskan uji kinerja. Dan 1 Minggu berikutnya dilanjutkan dengan UP.
Berbagai
usaha saya lakukan untuk persiapan UP ini. Mulai dari belajar melalui YouTube,
mengakses soal-soal terbaru dan terupdate melalui telegram dan Facebook,
diskusi dengan teman sekelompok pejuang UP, belajar mandiri minimal 1 paket
soal dalam 1 hari. Selanjutnya saya meminta maaf dan restu kepada orang tua dan
suami. Mohon doa agar saya diberikan kemudahan dalam ujian dan Lulus.
Tanggal
5 Desember saya berangkat ke lokasi ujian bersama anak, suami dan adik. Kami
menginap di rumah Abang yang cukup dekat dengan lokasi ujian. 3 jam perjalanan
cukup melelahkan karena kami berangkat dengan sepeda motor. Sejenak merefreshkan
fikiran di tepi pantai sambil menikmati pemandangan. Dalam hati saya berdoa. “Ya
Allah, balaslah lelah orang-orang tercinta ini dengan kelulusan saya. Cukup
perjuangan ini saya jalani 1 kali saja, tanpa harus mengulang dengan tujuan
yang sama”
Esok
harinya Jam 08.30 WIB ujian dimulai. Suami kembali ketempat Abang setelah
memastikan saya sampai di tempat ujian. Saya mengikuti ujian selama 3 jam.
Ujian berjalan dengan lancar meski sebagian soal tak dapat saya pastikan
jawabannya. Saya hanya berharap Allah menolong saya dan gerakkan hati saya
kepada jawaban yang benar
Penantian
selama 3 Minggu saya jalani, hingga tepat tanggal 1 Januari 2021 selesai shalat
subuh saya mendapati percakapan di group WhatsApp bahwa pengumuman UKMPPG telah
keluar. Saya langsung cemas, takut bahkan saya merasakan sakit pada perut
sebelum saya memastikan hasil saya sendiri. Panggilan suara masuk dari Nia,
saya menolak panggilan itu dan mendapati pesan masuk. “Cin, pengumuman UKMPPG lah kalua. Lai lulus mu cin?”. Saya semakin
merasakan sakit bagian perut saya. Dan segera saya temukan nomor ujian yang
tersimpan di laptop setelah mengotak-atik beberapa data di smartphon saya .
Selanjutnya saya cek pengumuman UKMPPG.
Syukur,
bahagia dan haru tiada tara saya rasakan, saya dapati status kelulusan LULUS UKMPPG.
kembali saya kabari Nia kalau saya lulus dan memastikan bahwa dia juga lulus. Saya hampiri suami yang sedang asyik dengan
smartphonenya. Saya sampaikan ucapan terima kasih berkat dukungan, kerja sama
dan bantuan yang luar biasa hingga saya berhasil dalam PPGDJ ini. Kembali saya
menyadari bahwa semua akan indah pada waktunya. Jangan pernah iri dengan apa
yang Allah berikan kepada orang lain. Yakinlah bahwa takdir Allah adalah yang
terbaik. Tidak ada sehelai daunpun yang jatuh diluar pengetahuan Allah. Tetap
jalani dan syukuri.
By.
Welna Risna Yenti
Wah, mantap zah. Saia sudah pernah dengar langsung cerita ini hehe.. semangat zah welna.
BalasHapusAllah akan memberikan sesuatu di waktu yang tepat
Syukran sang guru 😊🙏
HapusMasyaallah... Kak welna tangguh sekali.. 😍
BalasHapusHanya berusaha kuat 😊🙏
HapusTernyata perjuangan ibu guru 1 kelompok ini luar biasa, gak nyangka sih, soalnya waktu web meeting gak kelihatan capek atau ada masalah, selalu terlihat bersemangat dan semangatnya itu menyebar ke teman-teman seperjuangan. Terimakasih cerita nostalgianya Ustadzah, 👍👍😁
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusHeee cius itu pak... 😀
HapusAlhamdulillah semua terjalani dengan hasil yang terbaik ya pak.
Kangen masa masa PPG,dimana saya harus mencari signal hingga harus berkelana,sampai menginap di rumah teman demi bisa ujian komperhensif,bahkan sampai tengah malam kita harus presentasi vidio PPL 3 itu pun ga dirumah dan masih melanjutkan perjalanan pulang kerumah....dan paginya masih lanjut lagi....pengalaman yang sebentar tapi berkesan bisa bertemu walau hanya di dunia maya....Tapi Allah sudah mengatur itu semua...yang tadinya daring sudah tidak kuat mau mengundurkan diri....akhirnya teman teman selalu menguatkan ku....benar - benar indah pada waktunya
BalasHapusAlhamdulillah ya bu ika...
HapusAyo tulis ceritanya bu
Kisah yang akan selaku dikenang, tak akan lekang oleh zaman. Selamat adikku, doa dan langkah terbaik selalu menyertaimu. Aamiin... 😘💌❤️
BalasHapusTerima kasih untuk semua inspirator 😘
Hapus